Masa Depan Tanda Tangan Digital, Lebih Aman Dibanding Face ID?

BANTUL, KRJOGJA.com – PrivyID, sebuah startup tanda tangan digital asal Yogyakarta akhirnya kembali ke tempat kelahirannya setelah menuai sukses di Jakarta. Jumat (1/2/2019) petang startup tersebut secara resmi membuka kantor di Jalan Imogiri Barat dengan karyawan mencapai 161 orang. 

CEO PrivyID, Marshall Pribadi mengatakan optimisme perusahaan yang digawangi anak-anak Yogyakarta ini memiliki masa depan cerah di dunia startup. Hal tersebut menurut dia dikarenakan fungsi tanda tangan tak bisa digantikan dengan verifikasi apapun sebagai penanda keabsahan sebuah dokumen. 

“Aplikasi ini punya hardware penyimpanan grade militer yang membuat tak bisa dipalsukan serta bisa mendeteksi setiap perubahan yang terjadi pada dokumen. Aplikasi ini juga mewakili identitas setiap penandatangan dengan khusus,” ungkapnya pada wartawan usai pembukaan. 

Saat ini menurut dia cukup banyak perusahaan yang menggunakan jasa startup tersebut. Adanya tandatangan digital pun mampu menghemat cukup banyak biaya logistik lantaran tak perlu mengirim dokumen secara riil dari satu tempat ke tempat lain. 

Hal tersebut yang membuat PrivyID meyakini masa depan tandatangan digital masih membentang jauh kedepan. Adanya verifikasi Face ID yang menjadi trend di dunia tekno saat ini dinilai tak bisa menyaingi dari segi keamanan. 

“Kalau kita pakai face ID, tingkat keamanan belum bisa terjamin sepenuhnya karena misalnya Iphone hanya membaca data pengguna face ID ya pemilik tersebut hanya mendata satu kali ketika register hp baru, pun ternyata masih bisa dijebol juga keamanannya. Orang tetap akan butuh tandatangan untuk dokumen karena sampai saat ini tandatangan menjadi bukti yang tak bisa disangkal, selain cap,” ungkapnya lagi. 

Adanya identitas tunggal yang terintegrasi secara universal di dunia digital bagi pengguna menjadi misi PrivyID. Tiga juta pengguna diklaim telah merasakan manfaat mulai pelanggan nasabah perusahaan besar seperti Telkom Indonesia, beberapa perusahaan Finance dan perbankan. 

Di kantor baru yang ada di Yogyakarta, meski sudah menggunakan teknologi keamanaan standar militer namun serangkaian standar operasional prosedur tetap dilaksanakan seluruh karyawan yang bekerja. Seluruh karyawan tak diperkenankan membawa ponsel, kamera bahkan memory card sekalipun saat masuk ke ruang kerja. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI