Mau Ikut Touring Motor? Berikut Tips Amannya

TOURING sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Penggila hobi ini pasti menikmati keseruan mejelajahi alam menggunakan sepeda motor, baik ber cc kecil hingga dapur pacu besar. Deru mesin ditambah terpaan angin sepanjang perjalanan menjadi keasyikan tersendiri saat melahap aspal.

kondisi 'medan' semakin memacu adrenalin guna menggeber motor agar semakin melaju. Misalnya pelaksanaan Honda Bikers Day 2016 ke Pantai Boom – Banyuwangi, Jawa Timur pada Sabtu (19/11/2016). Guna meminimaliris resiko sekaligus mendukung kelancaran perjalanan menuju Honda Bikers Day 2016, Safety Riding Analyst Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal berbagi tips perjalan sebagai berikut : 

1. Siapkan Kondisi Fisik dan Mental Sebaik Mungkin

Kondisi fisik yang prima menjadi salah satu faktor determinan dalam menunjang perjalanan hingga sampai tujuan. Sebelum melakukan perjalanan direkomendasikan para bikers untuk melakukan peregangan otot terlebih dahulu agar respon dan kemampuan reflek tubuh meningkat. 

Saat diserang kantuk dalam perjalanan pun lebih baik berhenti dan beristirahat sejenak. Mengendarai sepeda motor dalam kondisi mengantuk dapat membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya. Dengan memperhatikan kondisi fisik tersebut harapannya seluruh bikers sampai di lokasi Honda Bikers Day dengan kondisi fisik yang prima agar dapat menikmati acara dengan maksimal.

2. Himpun Informasi tentang Tujuan, Rute, dan Rencana Pemberhentian

Sebelum berangkat, pastikan peserta turing sudah menetapkan tujuan dan titik-titik untuk berhenti. Penting rasanya untuk memperhitungkan jarak sekaligus menghitung waktu tempuh karena berimbas pada banyak aspek seperti perbekalan hingga fisik peserta turing. 

3. Pastikan Sepeda Motor dalam Kondisi Prima

Siapkan sebaik mungkin kondisi sepeda motor agar tak menimbulkan masalah selama perjalanan. Periksa ulang kondisi mesin, kaki-kaki, roda, pengapian, hingga kelistrikan.  Guna memastikan seluruh fitur keamaan terpenuhi, Iqbal merekomendasikan setiap pengendara untuk secara rutin melakukan safety check ataupun perawatan berkala. 

Iqbal juga menambahkan, bila motor kesayangan sudah mendapatkan sentuhan modifikasi pastikan bahwa modifikasi terlalu ekstrim dan tidak mempengaruhi handling sepeda motor.

4. Siapkan Perlengkapan Keamanan Berkendara

Seorang Bikers yang cerdas tidak akan pernah melupakan aspek perlengkapan keamanan berkendara karena nyawa bisa saja menjadi taruhannya. Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa saat turing diantaranya helm, jaket, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu. 

Mengingat akhir tahun Indonesia pada umumnya dalam kondisi musim hujan, sangat disarankan rekan-rekan bikers mempersiapkan jas hujan . Selain itu jangan lupa untuk selalu membawa perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan obat-obatan pribadi.

5. Atur Tim dan Bagi Rombongan Turing

Perjalanan menuju lokasi biasanya menggunakan jalan umum dan dilakukan tanpa voorijder, oleh sebab itu penting untuk mengatur tim turing. Jika jumlah anggota kelompok terlalu besar, lebih baik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan jumlah maksimal 2 baris berjajar secara zig-zag.

“Semakin besar jumlah peserta dalam satu kelompok maka semakin besar pula pengaruh faktor emosionalnya. Oleh sebab itu ada baiknya turing dilaksanakan dengan rombongan sebesar 10-15 sepeda motor. Selain itu dalam setiap kelompok perlu ditunjuk satu orang Road Captain untuk mengatur ritme berkendara serta satu orang Sweeper yang bertugas untuk memastikan tidak ada anggota rombongan yang bermasalah atau tertinggal.” ungkap Iqbal.

6. Komunikasi Antar Anggota Kelompok

Selama perjalanan perlu koordinasi internal kelompok, khususnya antara Road Captain dan Sweeper. Karena itu ada baiknya Road Captain dan Sweeper menggunakan intercom yang sudah tersedia di pasaran. Bila tidak, minimal seluruh rombongan memiliki nomor handphone yang dapat dihubungi sehingga dapat saling menghubungi jika terpisah selama perjalanan.

7. Dokumentasi dan Aktif di Social Media

Selama perjalanan peserta akan menemukan berbagai pengalaman baru baik itu tempat wisata, kuliner, atau landmark di masing-masing kota. Semua hal itu sangat disayangkan jika dilewati tanpa adanya dokumentasi. Penting aktivitas di social media juga akan membantu, khususnya ketika berkoordinasi dengan sesama anggota komunitas di kota-kota yang disinggahi. (*)

BERITA REKOMENDASI