Meski Diblokir, Registrasilah Sebelum Hangus

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan pemblokiran bertahap untuk kartu SIM prabayar yang belum melakukan registrasi ulang. Pada tahap awal pemblokiran yaitu 1 Maret 2018, kartu SIM yang belum teregistrasi tidak dapat melakukan panggilan dan SMS outgoing (keluar).

Dalam kondisi ini, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk, serta menggunakan data internet. Kemudian, apabila pelanggan belum melakukan registrasi sampai 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan dan SMS incoming (masuk).

Pada tahap pemblokiran ini pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet.

Kemudian, jika pelanggan belum juga melakukan registrasi sampai 30 April 2018, maka pada 1 Mei 2018 kartu SIM akan diblokir secara total alias nomor SIM akan hangus.

Alhasil, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan dan SMS keluar, tidak bisa menerima telepon dan SMS, serta tidak dapat menggunakan layanan data internet.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemkominfo (Kemkominfo), Ahmad M Ramli dalam keterangannya menekankan pelanggan masih bisa melakukan registrasi kartu SIM selama belum mencapai masa blokir total yaitu 1 Mei 2018.

“Kalau sampai sekarang belum registrasi dan diblokir, pelanggan masih bisa registrasi. Setelah itu kartu SIM otomatis akan aktif kembali,” papar Ramli.

“Jika kartunya sudah tidak aktif (saat batas waktu registrasi berakhir pada 1 Mei), maka sudah tidak bisa digunakan lagi. Cara satu-satunya beli kartu baru dan itu pun juga harus registrasi agar bisa digunakan,” sambung Ramli menjelaskan.(*)

BERITA REKOMENDASI