Misteri ‘Demit Facebook’ Terpecahkan di JDMSE

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.comSearch engine di Facebook yang kita gunakan untuk membeli barang seolah menjelma menjadi dhemit yang bisa membaca pikiran dan diri kita. Hari ini kita mencari tas di toko online, keesokan harinya beranda kita dipenuhi dengan iklan-iklan promo tas yang ada di Facebook. Misteri demit tersebut sebenarnya adalah strategi beriklan Facebook yang tak banyak orang ketahui.

Dalam beriklan di beranda seseorang, Facebook selalu menganalisis consument behaviour. Salah satunya perilaku membaca. "Kalau orangnya suka share tanpa baca dulu ya kontennya dibentuk hanya judulnya saja, kalau suka baca ya dibentuk yang tulisannya ditampilkan," jelas CEO Panenmaya (Official Partner Facebook), Dicky Sukmana dalam Seminar Jogja Digital Marketing Summit and Expo, Rabu (20/19/2017).

Facebook juga menggencarkan pembacaan interest seseorang melalui foto yang mereka share di berandanya. Hal ini digunakan untuk menentukan konten atau iklan apa yang cocok dipasang di beranda mereka.

"Kami membaca interest menggunakan sistem metadata foto. Lihat di dalam frame mereka sering ada apa? Kalau sering banyak temennya, sambil makan berarti orangnya komunal dan hobi makan. Kita masukkan konten berbau kuliner," papar Dicky.

Dicky menjelaskan dalam menarik orang agar menggunakan Facebook ads pun, Facebook membaca perilaku seseorang dalam memegang smartphone mereka apakah hanya dengan satu tangan atau dua tangan. Ada sistem yang membaca pergerakan jari mereka di smartphone dari tombol-tombol yang ada di Facebook.

"Misalnya ada orang yang hobi menggunakan satu tangan saja kalau main handphone karena dia pasti sambil makan. Ya nanti form create adsnya hanya tinggal klik submit saja, gak perlu yang harus ngisi formulir. Bisa-bisa males terus gak jadi ngiklan," tuturnya.

Lalu untuk memunculkan iklan dalam suatu beranda, Facebook hanya mengiklankan kepada orang-orang yang kemungkinan besar memiliki interest yang sama. Hal tersebut dilihat dari look a like audience.

"Seseorang menjual kulkas, pasang Facebook ads, kami munculkan iklan itu hanya di beranda orang-orang yang sering search kulkas. Kalau databasenya kurang, ya kami pakai look a like audience," tegas Dicky dihadapan digital marketer seluruh Indonesia yang menghadiri JDMSE.

Seseorang yang memiliki mutual friends paling banyak dengan orang yang interest dengan kulkas dapat dikatakan sebagai look a like audience. Misteri dhemit Facebook terpecahkan dan para peserta JDMSE menjadi paham cara kerja Facebook ads yang sering mereka gunakan untuk berbisnis online. (Mg-07)

BERITA REKOMENDASI