Multibeam Echosounder, Alat Canggih Pencari Bangkai Pesawat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) M Syaugi mengatakan, pihaknya melanjutkan pencarian terhadap pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut hendak terbang ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin 29 Oktober 2019 pagi.

"Dalam pencarian ini kita menggunakan alat yang namanya multibeam echosounder untuk menemukan men body alat itu menscan dasar laut dengan jangkauan yang cukup luas, kiri 1 mil dan kanan 1 mil, itu seperti yang kita gunakan sewaktu kita di danau toba, sehingga kita bisa menemukan KM Sinar Bangun saat itu," kata Syaugi, Kamis(1/11/2018).

Ia berharap, dengan menggunakan alat tersebut bisa dengan cepat menemukan pesawat Lion Air JT 610 yang diduga berada di dasar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Kami berharap dengan alat tersebut kita bisa temukan dengan menyapu itu sehingga bisa ditemukan obyek atau kemungkinan diduga bahwa itu adalah menbody, nah ini mudah-mudahan bisa kita ketahui," ujarnya.

Syaugi menegaskan, jika sudah ditemukannya titik jatuhnya pesawat tersebut, pihaknya akan langsung menyelam.

"Kalau barang itu ada segera kita lakukan penyelaman di titik itu. Penyelaman dari pagi tetap dilakukan, tapi kan kita belum lihat dimana menbody itu," tegasnya.

Untuk mencari pesawat Lion Air JT 610 ini akan menggunakan dua alat multibeam echosounder. "Ada dua, angkatan laut satu dan ada satu lagi dari kita," ucapnya.(*)

BERITA REKOMENDASI