Nih.. Penampakan Kebakaran Hutan Australia dari Luar Angkasa

KEBAKARAN hutan yang menghancurkan bagian-bagian Australia dapat dilihat dari angkasa luar dalam gambar satelit baru yang dirilis NASA.

Ibu Kota Australia, Canberra, diselimuti kabut asap pada Minggu 5 Januari dan kualitas udara pada tengah hari diukur 10 kali lipat dari batas berbahaya yang lazim.

Dilansir foxnews, Senin (6/1/2020), kebakaran dahsyat telah menewaskan sedikitnya 24 orang di Australia dan menghancurkan hampir 2.000 rumah.

Awal kehancuran bagi kebakaran hutan musim panas Australia, yang disebabkan oleh kekeringan dan tahun terpanas dalam catatan serta paling kering di negara itu, juga merupakan bencana besar bagi satwa liar di negara itu.

Kebakaran hutan dan semak yang dahsyat Australia Selatan kemungkinan dapat berlanjut. Menurut prediksi jangka panjang yang dirilis oleh Badan Meteorologi Australia (Bureau of Meteorology), sebagian besar wilayah Australia Selatan diperkirakan mengalami cuaca panas di atas rata-rata dan curah hujan di bawah rata-rata selama beberapa bulan.

"Suhu siang hari pada Januari hingga Maret 2020 kemungkinan akan lebih hangat dibandingkan suhu rata-rata di hampir seluruh wilayah Australia," ungkap badan tersebut.

"Februari hingga April juga kemungkinan akan lebih hangat dibanding rata-rata seluruh wilayah Australia … dengan suhu lebih hangat pada bulan Januari kemungkinan dialami wilayah utara dan timur Australia, serta sebagian besar pesisir Australia Selatan dan Australia Barat," lanjut otoritas pengamat cuaca itu, seperti dilansir Xinhua, Selasa (7/1/2020).

Badan tersebut memprediksi curah hujan lebih tinggi pada Januari akan melingkupi "wilayah barat Australia Selatan," namun menjelaskan bahwa seluruh wilayah lainnya di negara bagian itu hanya akan mengalami sedikit atau bahkan tidak ada hujan.

Australia Selatan merupakan salah satu negara bagian yang terdampak paling parah oleh krisis kebakaran semak nasional yang masih berlangsung.(*)

BERITA REKOMENDASI