OJK Susun Regulasi FinTech

JAKARTA (KRjogja.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun regulasi financial technology (FinTech) yang tidak hanya mendukung inklusi keuangan tetapi tetap memperhatikan perlindungan konsumen. 
      
Dalam draft regulasi yang akan segera diterbitkan itu, diatur penerapan prinsip dasar dari perlindungan konsumen dari penggunaan FinTech, antara lain: transparansi, perlakukan yang adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data, serta penyelesaian sengketa pengguna FinTech secara sederhana, cepat, dan biaya terjangkau. 

"OJK senantiasa menyuarakan pentingnya perlindungan konsumen sektor jasa keuangan dalam forum global,” kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono pada cara “Fast Innovation and Development of Fintech: Striking a Balance between Financial Inclusion and Consumer Protection”  di Jakarta.
 
Dikatakan, pesatnya perkembangan industri jasa keuangan yang ditandai dengan bervariasi dan kompleksnya produk dan layanan di sektor jasa keuangan serta pemanfaatan kemajuan teknologi informasi, memberikan dampak positif bagi sektor jasa keuangan. Pesatnya teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan bagi konsumen untuk bertransaksi sehingga dapat mendorong inklusi keuangan baik yang melibatkan lembaga jasa keuangan maupun tawaran yang memanfaatkan fintech. 

"Di sisi lain upaya meningkatkan inklusi keuangan diimbangi dengan regulasi dan peningkatan literasi keuangan yang merupakan bagian penting perlindungan konsumen sehingga memberikan rasa nyaman dan aman."

Perkembangan FinTech tidak terlepas dari berbagai tantangan maupun risiko yang dihadapi oleh pihak-pihak yang terlibat baik dari Konsumen maupun Pelaku Fintech. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di beberapa negara anggota FinCoNet lainnya.  (Lmg)
 

BERITA REKOMENDASI