Oorth Siap Saingi Aplikasi Dunia

SOLO, KRJOGJA.com – Sempat mendapat sambutan menggembirakan kalangan nitizen atau warga pengguna internet, Oorth aplikasi media sosial ciptaan tiga orang anak muda Solo Krishna Adityangga, Mulyono Herman MIT dan  Dhanny Ardiansyah resmi diluncurkan untuk versi android, iOS dan website, Rabu (21/03/2018). 

Krishna dan dua temannya juga memiliki komitmen aplikasi Oorth yang basisnya di kota Solo siap bersaing dengan aplikasi media sosial kelas dunia seperti facebook, twitter , instagram dan lainnya.

"Aplikasi Oorth yang merupakan karya anak bangsa memiliki segmen tersendiri untuk bisa bersaing dengan aplikasi media sosial lainya yang lahir lebih dahulu.  Yang kami sasar selain anak muda juga berbagai komunitas baik di dalam dan luar negeri yang dalam waktu relatif singkat user atau pengguna Oorth telah mencapai 50.000 user. Kami mentargetkan user 1 juta user dapat terpenuhi tahun 2018 ini,"ujar Krishna Adityangga bertindak  sebagai Chief Executive Officer (CEO) Skynosoft Portal Prime perusahaan software yang meluncurkan aplikasi Oorth di Solo, Rabu (21/3/2018).

Krishna berupaya untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna Oorth dengan selalu berinovasi dan berkreasi menciptakan fitur-fitur baru. 

"Masyarakat bisa mengakses Oorth melalui Play Store, App Store atau langsung mengunjungi www.oorth.me. Tahap awal ini fitur yang ditawarkan pada pengguna Oorth ada enam jenis yakni social media, donation, community, news, chat dan digital wallet,ujarnya seraya menambahkan dari road show nya berbagai kalangan di Indonesia serta negara-negara seperti Malaysia, Korea, Hongkong kawasan Eropa juga Uni Soviet terdaftar sebagai user Oorth.

Diakui oleh Krishna, dunia media sosial kadang rawan konflik bahkan sering disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kemunculan Oorth itu justru untuk menjawab keresahan masyarakat karena belum adanya media sosial yang mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan komunitas secara digital dan bagaimana media sosial  bukan hanya sebagai ajang untuk eksistensi diri, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang,"ujar Krishna didampingi Dhanny dan Mulyono.

Kehadiran Oorth sekaligus sebagai bukti, lanjut Krishna, bahwa industri teknologi tidak hanya berkembang pesat di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, namun juga di daerah seperti di Solo. Oorth juga bekerja sama dengan berbagai institusi, perusahaan dan komunitas dalam rangka pengembangan aplikasi agar lebih menjawab kebutuhan pengguna. 

"Misalnya dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dimana masyarakat cukup membayar zakat melalui aplikasi Oorth,"ujarnya (Hwa)

BERITA REKOMENDASI