Paling Mahal Sedunia, Akses Internet di Afrika ‘Serem’

AKSES internet di negara-negara Afrika disebut paling mahal sedunia. The Alliance for Affordable Internet (A4AI) mengungkap rata-rata warga di Afrika menghabiskan 7,12 persen dari pendapatan mereka untuk menikmati akses internet hingga 1 GB.

Dalam beberapa kasus, bahkan akses internet 1 GB dapat menghabiskan biaya hingga seperlima dari pendapatan bulanan.

Demikian temuan A4AI terkait keterjangkauan internet di 136 negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Negara-negara berpenghasilan menengah, yakni Malaysia, Kolombia, India, Jamaika, Afrika Selatan, dan Ghana. Sementara, negara-negara berpenghasilan rendah, yakni Nepal, Mali, Liberia, Yaman, dan Mozambik.

Seperti dilansir CNN.com, Minggu (16/2/2020), warga Chad, Kongo, harus membayar 20 persen dari gaji untuk mendapatkan akses internet 1 GB. Padahal, di negara-negara lain, akses internet terbilang cukup terjangkau.

Sebut saja, Mesir membayar 0,5 persen dari pendapatan untuk akses internet yang sama, dan Mauritius 0,59 persen dari pendapatan.

Lalu, mengapa internet bisa sangat mahal di Afrika?

Penulis laporan berpendapat internet mahal di Afrika akibat pasar yang lesu dan monopoli. A4AI merekomendasikan liberalisasi pasar dan langkah untuk meningkatkan daya saing. Menurut laporan itu, perpindahan dari pasar monopoli ke pasar multioperator bisa mengurangi biaya.

Di samping itu, A4AI merekomendasikan akses internet publik, seperti penyediaan wifi gratis dan telecenter untuk mengisi celah pasar. Laporan menyebut langkah ini diambil terutama di wilayah pedesaan demi memastikan masyarakat di pinggiran bisa mengakses internet serta memperoleh manfaat ekonomi dan sosial.

Menurut Dhanaraj Thakur, Direktur Riset The Web Foundation, yang diperlukan adalah kombinasi strategi dan peran pemerintah.

“Pemerintah bisa memanfaatkan dana pelayanan universal lebih baik untuk menyediakan akses di daerah-daerah yang kurang terlayani dan harus ada ruang bagi masyarakat dan kota setempat untuk juga terlibat dalam penyediaan layanan yang mereka rasa paling sesuai untuk daerah mereka,” tandasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI