Pemerintah Jepang Sayangkan Nissan Pekerjakan Teknisi Tak Berwenang di Pabrik

TOKYO, KRJOGJA.com – Buntut dari terungkapnya kasus kesalahan prosedur dalam proses pengecekan akhir produksi mobil Nissan di Jepang, Pemerintah Jepang melalui kementerian transportasi memeriksa lima pabrik mobil Nissan Motor di negara itu, Jumat 6 Oktober 2017.

Nissan Motor juga menyelidiki bagaimana proses inspeksi tahap akhir produksi mobil berlangsung. Penyelidikan akan memakan waktu selama sebulan. Tidak hanya Nissan, ada pihak ketiga yang akan menyelidiki permasalahan ini.

Hasilnya kementerian mengungkap bahwa teknisi yang melakukan inspeksi akhir pada mobil-mobil yang keluar dari pabrik tidak bersertifikat.

Berdasarkan standar yang berlaku, mobil-mobil yang akan keluar dari pabrik harus dicek oleh teknisi bersertifikat khusus sebelum diregistrasi oleh kementerian transportasi.

Menteri Transportasi Keiichi Ishii mengatakan, di antara teknisi yang tidak bersertifikat itu ada yang merupakan pekerja kontrak. "Ini sangat disayangkan, bisa menyebabkan kecemasan dari konsumen dan merusak tatanan sistem sertifikasi,” jelas Ishii, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (7/10/2017).

Pada 2 Oktober lalu, produsen terbesar kedua di Jepang itu mengumumkan recall terhadap 1,2 juta unit kendaraan yang diproduksi dalam tiga tahun terakhir. Mobil-mobil itu khusus dijual untuk pasar domestik Jepang. Recall dilakukan untuk pengecekan ulang terhadap mobil yang diproduksi antara Oktober 2014 dan September 2017. (*)

BERITA REKOMENDASI