Perubahan Iklim Picu Ukuran Burung Menyusut, Kok Bisa?

SEBUAH studi terkini menguak fakta baru bahwa ukuran burung menyusut dan sayapnya tumbuh saat iklim menghangat.

Para peneliti menganalisis sebanyak 70.716 spesimen dari 52 spesies burung migran Amerika Utara yang dikumpulkan selama 40 tahun.

600 juta unggas mati setiap tahun di Amerika Serikat setelah bertabrakan dengan gedung-gedung tinggi. Chicago, dengan gedung pencakar langit yang lokasinya berada di jalur migrasi utama, mungkin adalah pembunuh terbesarnya.

Burung-burung itu mati setelah bertabrakan dengan bangunan di Chicago, Illinois.

Para ilmuwan tidak yakin mengapa suhu yang lebih hangat menyebabkan ukuran burung menyusut. Salah satu teori yang bisa menjelasakan adalah bahwa hewan yang lebih kecil lebih baik dalam pendinginan tubuh, sebab mereka kehilangan panas tubuh lebih cepat karena rasio luas permukaan ke volume yang lebih besar.

Hasil penelitian ini adalah yang terbesar dari jenisnya, bahwa temuan ini penting untuk memahami bagaimana hewan akan beradaptasi dengan perubahan iklim.

"Kami menemukan hampir semua spesies semakin kecil," kata penulis utama Brian Weeks, asisten profesor di sekolah untuk lingkungan dan keberlanjutan di University of Michigan. Demikian mengutip dari BBC, Kamis (5/12/2019).

Pada 1978 dan 2016, panjang tulang kaki bagian bawah burung menyusut 2,4%. Dan dalam waktu yang sama, sayap memanjang 1,3%.

Dia mengatakan studi respons hewan terhadap perubahan iklim sering fokus pada perubahan dalam rentang geografis atau waktu kejadian kehidupan, seperti migrasi dan kelahiran. Tetapi penelitian ini menunjukkan morfologi tubuh adalah aspek terpenting yang ketiga.(*)

BERITA REKOMENDASI