Perusahaan China Pantau Data 120 Ribu Android

Editor: Ivan Aditya

CHINA (KRjogja.com) – Sebanyak 120 ribu ponsel Android asal Amerika Serikat diketahui kedapatan menyimpan piranti lunak yang bisa merekam seluruh aktivitas pemiliknya. Data yang direkam tanpa sepengetahuan sang pemilik itu kemudian dikirim ke server di China.

Adalah Shanghai Adups Technology Company yang merupakan perusahaan pembuat piranti lunak yang ditengarai bertanggung jawab atas perekaman ilegal data-data dalam ponsel tersebut.

Data yang direkam oleh software ini antara lain berupa riwayat panggilan, kata kunci pencarian, daftar kontak, hingga riwayat lokasi yang diarsipkan setiap 72 jam ke China. Temuan Kryptowire, perusahaan keamanan asal AS, diketahui ada 120 ribu ponsel merek BLU Products pabrikan AS. Selain BLU, Kryptowire menduga software ini juga disematkan pada ponsel pabrikan China.

Mayoritas ponsel yang menjadi korban adalah ponsel cerdas dengan harga murah. Kryptowire menyebut kejadian pencurian data ini cukup luar biasa mengingat tidak disebabkan oleh bug, melainkan disengaja oleh pengembang software. “Ini bukan kerentanan, tapi sebuah fitur,” ujar Tom Karygiannis, wakil presiden Kryptowire kepada The Verge.

Kesengajaan itu terlihat dari dokumen penjelasan Adups kepada eksekutif BLU terkait temuan ini. Dari pengakuan mereka, aplikasi pencuri data itu sejatinya tidak ditujukan ke ponsel pabrikan AS. (*)

BERITA REKOMENDASI