Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Dimungkinkan Terjadi Transisi Kampanye Digital

JAKARTA, KRJOGJA.com – Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi akan berbeda karena ruang kampanye beralih dalam bentuk virtual.

Sejumlah protokol kesehatan Covid-19 dalam seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020, termasuk dalam mekanisme kampanyenya yang dihimbau untuk dilakukan secara digital.Di sisi lain, normal baru dalam berkampanye ini dapat menjadi momentum loncatan penyelenggaraan hajatan demokrasi yang lebih efisien.

Pakar Komunikasi Digital, Anthony Leong mengatakan bahwa pandemi ini dapat menjadi momentum peralihan untuk menuju era digitalisasi. Menurutnya, penggunaan teknologi digital di setiap aspek kehidupan merupakan sebuah keniscayaan yang mau tidak mau harus mulai diimplementasikan baik oleh rakyat maupun pemerintah.

“Era sekarang ini sudah mulai ada pergeseran masif ke arah yang serba digital bahkan hampir di semua aspek. Mulai dari kehidupan sehari-hari, sosial, ekonomi, budaya, sampai politik. Karena dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi, bangsa kita harus bisa beradaptasi agar bisa terus maju. Begitu juga dengan kampanye harus melalui kanal digital juga dan KPU sebagai lembaga penyelenggara harus memfasilitasi kampanye melalui digital karena tidak semua pasangan calon mengerti. Perlu ada formula kampanye digital,” ujar Anthony pada keterangannya di Jakarta (6/7).

BERITA REKOMENDASI