PT KTB Donasikan Dua Truk Untuk 2 SMK

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC), mendonasikan dua unit truk Colt Diesel kepada dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DKI Jakarta. 

Dua sekolah ini akan menjadi mitra KTB selama lima tahun ke depan.Acara pemberian donasi ini disaksikan para siswa dan guru dari SMKN 1 Jakarta dan SMKN 55 Jakarta yang totalnya berjumlah 60 orang dan secara simbolis diserahkan oleh Presiden Direktur KTB Atsushi Kurita kepada kepala sekolah dari kedua SMK itu di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain mendonasikan dua unit truk Colt Diesel sebagai bahan pembelajaran siswa tentang teknik dan teknologi otomotif, KTB juga akan memberikan training kepada siswa dan guru bekerjsa sama dengan dealer. 

"Kami percaya, pendidikan yang baik dan kualitas sumber daya manusia merupakan aset penting dalam membangun bangsa. Melalui donasi pada hari ini, kami berharap, dapat memberikan kontribusi kepaa masyarakat dan mengembangkan talenta serta keterampilan para generasi muda," kata Atsushi Kurita. 

Atsushi Kurita menambahkan, KTB terus berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui beragam kegiatan sosial. Porgram yang melibatkan SMK ini sudah dijalankan KTB sejak tahun 2014. (Fon)

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian RI telah merilis program yang terkait dengan dunia pendidikan, yaitu Pembinaan dan Pengembangan SMK.

Program ini sejalan dengan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya di kalangan SMK. Pada acara serah terima donasi ini, KTB juga memberikan training otomotif singkat dan pengenalan teknologi Runner Telematics terbaru dari KTB.

Pada tahun 2017, dengan nama program yang baru 'Fuso Vocational Education Program', KTB telah mendonasikan delapan unit kendaraan kepada delapan SMK di Jakarta, dan memberikan training kepada 380 orang murid dan 18 guru. (Fon)

 

BERITA REKOMENDASI