Rencana Hapus Akun Twitter Ditunda untuk Kenang Pengguna yang Telah Tiada

TWITTER menunda rencana untuk menghapus akun-akun yang tidak aktif. Rencana awal Twitter menyebut, bakal menghapus akun-akun tak aktif yang ada kawasan negara Uni Eropa terlebih dahulu, diikuti negara lainnya.

Namun kemudian, Twitter menunda penghapusan dengan alasan pihaknya belum mendapatkan cara untuk melestarikan akun milik pengguna yang telah meninggal dunia.

"Kami telah mendengarkan Anda mengenai dampak terhadap penghapusan akun, terhadap akun milik orang yang meninggal. Kami melewatkan bagian ini," kata Twitter, sebagaimana dikutip dari The Verge, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Twitter juga menyatakan, pihaknya tidak akan menghapus seluruh akun yang tidak aktif, hingga menemukan cara agar akun milik orang yang meninggal tetap bisa dikenang.

"Kami akan berkomunikasi dengan Anda semua jika kami telah menemukan cara. Kami mohon maaf atas kebingungan yang kami sebabkan," kata Twitter.

Hal serupa telah diterapkan oleh jejaring sosial Facebook untuk mengenang akun milik pengguna yang telah meninggal dunia.

Sementara sampai saat ini Twitter belum mendapatkan caranya. "Tim kami masih memikirkan cara untuk menemukannya," kata juru bicara Twitter.

Twitter sebelumnya mengumumkan bakal menghapus akun-akun yang tidak aktif lebih dari enam bulan.

Setelah pengumuman tersebut, banyak orang mulai mempertanyakan, mereka bakal kehilangan akses ke akun lama milik teman, saudara, selebritas, dan pasangan yang telah tiada.

Menurut rencana, Twitter bakal menghapus akun yang tidak aktif di negara-negara Uni Eropa terlebih dahulu, mengingat UU Perlindungan Data GDPR. Kemungkinan, penghapusan akun tidak aktif ini meluas ke akun milik pengguna di negara-negara lain.

"Kami akan memperluas penegakan kebijakan terhadapa akun-akun yang tidak aktif untuk mematuhi peraturan lain di seluruh dunia dan memastikan integritas layanan," kata Twitter.(*)

 

 

BERITA REKOMENDASI