Retak, Lion Air Tetap Gunakan Boeing 737 Max 8?

MASKAPAI penerbangan Lion Air belum berencana menegosiasi ulang kontrak dengan pihak perusahaan manufaktur asal Amerika Serikat, Boeing Company terkait dengan kecelakaan Boeing 737 Max 8 dan adanya retakan di dua pesawat Boeing 737 NG.

Hal ini disampaikan oleh Managing Director Lion Group Daniel Putut Adi Kuncoro. Dirinya menyebutkan, Lion Air akan terus melanjutkan pemesanan pesawat kepada Boeing dengan jumlah yang sudah ditentukan sebelumnya.

"Kami bangun hubungan baik saja, ya. Tidak ada renegoisasi kita jalin komunikasi yangg baik saja lah. Kita ikuti prosesnya," ujar Daniel di Tangerang, Jumat (01/11/2019).

Daniel melanjutkan, pihaknya akan melihat sejauh mana perbaikan sistem MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang telah dilakukan Boeing, nanti saat simulasi, apakah memang MCAS benar-benar bisa menyelamatkan pilot saat keadaan genting atau tidak.

Sementara, Daniel mengaku sudah menghitung potensi kerugian yang timbul akibat pelarangan terbang pesawat yang ada. Meski tak menyebutkan nilainya, Daniel mengatakan sudah berkomunikasi dengan Boeing, dan pihak pembuat pesawat tersebut memiliki itikad baik untuk menanggung kompensasinya.

"Berupa kompensasi training (pelatihan), perawatan unit pesawat, loss opportunity hingga loss profit. Semua itu berlaku untuk pesawat Boeing 737-8 MAX saja," ujarnya.

Boeing 787 MAX sendiri dikandangkan akibat insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines. Seluruh penumpang pesawat ini tewas.(*)

BERITA REKOMENDASI