Ribuan Kanal Hingga Hujan Buatan Disiapkan untuk Cegah Karhutla

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla), khususnya di lahan gambut masih menjadi salah satu ancaman bagi Indonesia di 2020. Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead mengatakan telah menyiapkan sejumlah mekanisme untuk mengantisipasi kebakaran gambut.

Salah satunya, dengan menyiapkan infrastruktur untuk pembasahan gambut.

"Total kita sudah bangun 19 ribu unit," kata Nazir dalam acara Diskusi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Gambut 2020, baru-baru ini. 

Infrastruktur untuk pembasahan gambut itu terdiri dari sumur bor serta sekat kanal. Pembangunan infrastruktur pembasahan gambut ini telah dimulai sejak 2019.

Nazir mengatakan pembasahan lahan gambut juga bukan hanya jadi tanggung jawab BRG dan pemerintah saja. Pihak swasta dan pengusaha juga diminta Nazir untuk terlibat.

"Jadi nanti pembasahannya tidak lagi parsial tentunya pemangku kepentingan serta pengusaha harus ikut di dalamnya dan ikut pembasahan bersama," kata Nazir.

Selain pembasahan, mekanisme antisipasi kebakaran gambut juga akan dilakukan dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) melalui mekanisme hujan buatan.

Hujan buatan biasanya diterapkan ketika musim kemarau berkepanjangan. Nazir memprediksi mekanisme hujan buatan akan dilaksanakan pada Juli.

"Itu kan tergantung musim kemarau, kalau Februari-Maret ini kemarau sudah ada ya. Tapi sih saya perkirakan (hujan buatan) yang banyak dibulan Juli saat kemarau yang lebih panjang," ujar Nazir.

Hasil pemantauan dari Pantau Gambut, sejak 2018 kebakaran lahan gambut di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dampaknya luar biasa, asap kebakaran gambut bisa menyebabkan kematian pada anak.

"Jadi mungkin pencegahan itu harus benar-benar dilakukan dan  jangan jadi jargon belaka, harus komit menjalankan itu," ujar Koornas Pantau Gambut Olla Abbas.(*)

BERITA REKOMENDASI