RISETPro Dorong Daya Saing Peneliti Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menristek/Kepala BRIN Bambang Permadi Brojonegoro mengatakan  bagi peneliti dan perekayasa saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik di luar negeri adalah mereka dapat merasakan,  mempelajari dan terlibat di  lingkungan riset perguruan tinggi di negara maju.

Menurut Bambang P.S Brodjonegoro salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem riset adalah sumber daya manusia (SDM) peneliti dan perekayasa yang unggul dan berdaya saing. Sedangkan peningkatan kapasitas, kompetensi dan kualifikasi SDM peneliti dan perekayasa harus mengacu pada kebutuhan nasional dan industri di masa mendatang.

Bambang Brodjonegoro  mengungkapkan Program Beasiswa 'Research & Innovation Science & Technology Project (RISETPro)' merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing peneliti dan perekayasa Indonesia.

“RISETKPro merupakan salah satu program SDM unggul penting dalam pengembangan  ekosistem riset di Indonesia.  Program ini merupakan  salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM peneliti dan perekayasa nasional. Jadi apapun penelitian yang dilakukan di Indonesia, pasti terpusat pada SDM unggul,” kata Menteri Bambang .

Menteri Bambang menekankan selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan memahami perkembangan sains dan teknologi terbaru, hal terpenting bagi peneliti dan perekayasa saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik di luar negeri adalah mereka dapat merasakan,  mempelajari dan terlibat di  lingkungan riset perguruan tinggi di negara maju. Ia berharap para peneliti, perekayasa dan akademisi yang telah menyelesaikan studi dapat mengadopsi lingkungan riset (research environment) dan menerapkannya di instansi masing-masing, sekembalinya mereka ke Indonesia.

“Tentu program beasiswa ini sangat dibutuhkan karena sebagian besar peneliti Indonesia menempuh studi di luar negeri. Disamping mendapatkan ilmunya, SDM unggul Indonesia diharapkan dapat menguasai  teknologi yang paling baru dan mutakhir. Akan tetapi, tetap saya prioritaskan agar   penerima beasiswa RisetPro untuk mempelajari secara seksama tentang _‘research environment’_, yang memang sudah terbangun dengan baik di negara negara maju, di kalangan universitas kelas dunia,” terangnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI