Pasien COVID-19 Sebagian Besar Miliki Jumlah Eosinofil Rendah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sebuah studi mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 menunjukan karakteristik unik saat masuk ke rumah sakit. Mereka memiliki jumlah eosinofil yang sangat rendah. Eosinofil merupakan sejenis sel darah putih yang memainkan peran penting dalam respon imun. Sepertinya jumlah eosinofil yang rendah mengindikasikan prognosis buruk bagi pasien.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari China dan Amerika Serikat. Mereka menganalisis catatan kesehatan 85 pasien yang meninggal karena COVID-19 antara 9 Januari dan 15 Februari 2020 di Wuhan, China. Rata-rata usia pasien virus corona yang meninggal adalah 66 tahun. Sebagian besar dari mereka adalah laki-laki, angkanya mencapai 73 persen.

Dilansir dari laman Study Finds, Kamis (9/4/2020) Beberapa hal yang dianalisis oleh peneliti diantaranya rekam medis, informasi yang dicatat tentang riwayat medis mereka, paparan koronavirus, komorbiditas, gejala, temuan laboratorium, hasil CT scan dan manajemen klinis dari 85 pasien.

Gejala yang umum pada saat rawat inap adalah demam, sesak napas dan kelelahan. Kemudian hasil CT scan mengungkapkan bahwa hampir semua pasien menderita pneumonia. Komorbiditas yang paling umum adalah diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner .

Para peneliti juga mengatakan bahwa komplikasi umum dari virus corona termasuk syok, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal pernapasan, dan aritmia jantung.

Perawatan yang paling sering diterima pasien termasuk antibiotik, antivirus dan steroid, dan beberapa pasien menerima imunoglobulin atau interferon alfa-2b melalui IV.

BERITA REKOMENDASI