Sebut Covid-19 Serupa Flu Biasa, Aliansi Dokter Dunia Dikecam

Profesor Dolores Cahil, Presiden Aliansi Dokter Dunia menegaskan, Covid-19 itu adalah flu musiman, serupa dengan influenza atau flu biasa. Covid-19 terjadi pada Desember hingga April.

“Covid-19 adalah flu musiman yang menyebabkan penyakit dan gejala dari Desember hingga April,” tegasnya dalam video yang dinilai Satgas Penanganan Covid-19 adalah konten misinformasi atau hoaks.

Diterangkan juga di sana bahwa Covid-19 sejatinya tidak berbahaya, berbeda dari apa yang disampaikan politisi dan media selama ini.

“Saya melihat bahwa politisi dan media memiliki pemahaman sains dan matematika yang sangat buruk dan mereka telah meyakinkan dan mendorong narasi bahwa Covid-19 jauh lebih jahat dan lebih berbahaya daripada yang sebenarnya. Padahal, kenyataannya Covid-19 tidak lebih jahat dari flu musiman yang buruk,” papar David Kurten, anggota Majelis London dengan latar belakang pendidikan kimia yang tentunya tergabung dalam Aliansi Dokter Dunia.

Kurten menambahkan bahwa politisi dan media telah mengambil kebebasan sipil, merusak bisnis, dan kebijakan mereka sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak bisa mendapatkan layanan rumah sakit yang seharusnya bisa mereka dapatkan.

Menyikapi isu ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD menegaskan, Covid-19 dan flu biasa atau dalam istilah umum disebut influenza, tidaklah serupa. Sehingga, bisa dikatakan salah besar jika Covid-19 disamakan dengan flu biasa.

Menurut dr Ari, dilihat dari gejalanya, Covid-19 dengan flu biasa itu tidak sama, meski gejala awalnya serupa. Ya, pada pasien Covid-19 mereka mengalami gejala yang sama dengan flu biasa yaitu batuk, demam, pilek, tapi yang membedakan adalah gejala lanjutannya.

“Pada pasien Covid-19, tambah lama tambah buruk gejala yang timbul, biasanya berupa sesak napas yang menyebabkan radang paru dan ini yang harus diperhatikan masyarakat,” tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu (28/10/2020).

Kemudian, pembeda lainnya bisa dikenali dari proses virus menginfeksi tubuh. Jadi, jika bicara soal tempat virus menyerang, baik itu flu biasa maupun Covid-19, sama-sama di saluran pernapasan.

Nah, pembedanya itu, pada pasien yang mengalami infeksi Covid-19, infeksi yang terjadi bisa cepat perjalannya.

“Jadi, dari yang awalnya menginfeksi saluran pernapasan atas, si virus bisa menginfeksi ke saluran pernapasan bawah, jadi pneumonia, dan gagal napas, bahkan sampai kematian,” papar dr Ari.

Meski begitu, infeksi Covid-19 bisa dicegah dengan memastikan tangan Anda bersih dengan rutin dicuci dengan sabun, menggunakan masker dengan benar, dan jaga jarak 2 meter. Menjalankan protokol kesehatan 3M sesuai dengan apa yang disarankan pemerintah.

“Budaya cuci tangan dengan sabun harus digalakkan, karena ketika orang yang terinfeksi Covid-19 bersin dan dia tak pakai masker di dekat handle pintu misalnya, lalu orang lain pegang handle pintu tersebut dan menggosok hidungnya dengan tangan yang terpapar virus, orang tersebut bisa terinfeksi,” katanya.

Dokter Ari juga mengimbau agar masyarakat senantiasa memperkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang tentunya, istirahat yang cukup, olahraga secara rutin, dan menghindari rokok dan alkohol.

BERITA REKOMENDASI