Soal Bom Nuklir untuk Hadang Badai, Donald Trump: Itu Berita Palsu

Presiden Donald Trump telah menyebut laporan itu "konyol" dalam tweet pada Senin 26 Agustus 2019 pada sela-sela KTT G7. Dia menambahkan, "Aku tidak pernah mengatakan (hal) itu. Tak lebih dari BERITA PALSU!"

Baca Juga: Sinyal Misterius di Galaksi Terjauh Terditeksi, Dari Alien?

Sementara itu, seorang pejabat senior di Gedung Putih mengatakan, "Kami tidak mengomentari diskusi pribadi yang mungkin atau mungkin tidak dilakukan presiden dengan tim keamanan nasionalnya."

Seorang pejabat senior pemerintahan yang berbeda, yang pernah ikut menerima pengarahan tentang saran pemboman topan dari sang presiden, membela gagasan Trump dan mengatakan itu bukan alasan yang buruk.

"Tujuannya – untuk mencegah badai agar tidak menghantam daratan – itu tidak buruk," kata pejabat itu. "Tujuannya tidak buruk."

"Apa yang dilakukan orang dekat presiden adalah mereka mengatakan 'Saya suka seorang presiden yang mengajukan pertanyaan seperti itu, yang bersedia mengajukan pertanyaan sulit.' … Dibutuhkan orang-orang kuat untuk menanggapinya dengan cara yang benar ketika hal-hal seperti ini muncul. Saya tidak khawatir ketika mendengarnya, tetapi, saya pikir mungkin seseorang akan menggunakan ini untuk merangsang narasi 'presiden gila' pada lain kesempatan."

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan pernah beberapa kali mengusulkan kepada pejabat senior Keamanan Dalam Negeri dan keamanan nasional-nya agar mereka mempertimbangkan menggunakan bom nuklir untuk mencegah badai yang menghantam Amerika Serikat.

Kabar itu dibocorkan oleh seorang sumber yang mendengar komentar pribadi presiden dan mengetahui notulensi pertemuan Dewan Keamanan Nasional, outlet media online AS, Axios melaporkan, dikutip pada Selasa (27/8/2019).

Namun, Trump telah membantah informasi tersebut, menyebutnya sebagai "berita palsu."

Kabar itu mencuat ketika dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih mengenai bencana badai, Trump dikabarkan mengajukan ide, "mengapa kita tidak me-nuklir-nya (badai) saja?" ujar sang presiden sebagaimana dikutip oleh seorang sumber anonim.(*)

BERITA REKOMENDASI