Sponsori Tim MotoGP, AHM Tak Bidik Penjualan

JAKARTA (KRjogja.com) – PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan menjadi sponsor tim Repsol Honda di MotoGP dengan menaruh ‘tagline ‘Satu Hati’ bukan bertujuan untuk meningkatkan penjualan. 

Direktur Marketing AHM Margono Tanuwijaya mengungkapkan, pasar motor sport di Indonesia masih sedikit. Jenis motor ini merupakan produk yang paling terkait dengan MotoGP. “Secara langsung tidak ada. Karena pasar motor sport itu sendiri juga kecil, masih 10 persenan. Tapi kami ingin suatu saat menjadi bagian dari MotoGP. Kalau suatu saat ada yang bisa masuk MotoGP maka Astra Honda ingin bisa berbicara di sana,” kata Margono belum lama ini. 

Menurut dia, tujuan Honda ke depan adalah mengantarkan tim Honda untuk bisa berbicara di level yang lebih tinggi. Saat ini AHM sudah membina tim balap dan mengikuti seri internasional. "Sasaran kami ikut balap juga bukan untuk promosi. Jadi sponsor di MotoGP pun dengan menaruh taruh 'One Heart' itu memang marketing, tapi juga pengembangan pembalap kita agar suatu saat masuk MotoGP," jelas dia. 

Margono menjelaskan, pihaknya melakukan sistem rekrutmen bertahap dari ajang one make race sampai ke level internasional. Dari situ diketahui siapa yang berhak dan memiliki kemampuan untuk berlaga di event seperti Moto2 dan MotoGP. 
"Kami lakukan bertahap. Dalam sistem rekrutmen, pembalap kami harus benar-benar bagus, bukan hanya mencetak pembalap andal, tapi seorang bintang. Bintang itu, kalau Marc Marquez, dia bukan hanya pintar balap, tapi harus paham strategi. Kemampuan komunikasi juga harus bagus dan juga punya personality yang baik. Kalau nanti pemblapa bekerja sama dengan tim internasional, kan dia tidak bisa berbahasa Inggris. Nanti jadi masalah kalau komunikasinya buruk," paparnya. 

Margono menegaskan, untuk bisa masuk ke level MotoGP sebenarnya bukan soal waktu. Namun AHM ingin memastikan tahapan-tahapan pembinaan itu dilewati dengan benar oleh setiap pembalap tang dibina AHM. "Kalau mau cepat bisa saja, tapi kan tidak begitu. Kalau bisa, 2020 bisa saja. Kalau mampu silakan. Tapi sari sisi kesiapan pembalapnya sendiri seperti apa. Kemarin kita bawa ke Suzuka 4 jam (ajang balap ketahanan di Sirkuit Suzuka, Jepang). Di level Asia kita sudah berbicara, kita juara 1. Tapi pas dibawa ke yang 8 jam kita harus banyak belajar. Di situ banyak pembalap-pembalap sekelas MotoGP. Tapi cukup lumayan, kita masuk 10 besar, dapat posisi 8," ungkapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI