Start Up ‘Sparveon’ Go International

Setelah itu, Sparveon berhasil mendapatkan juara 1 dalam FORCE 2020 Fault Mapping on Seismic Competition yang diselenggarakan oleh Direktorat Perminyakan Norwegia pada Agustus hingga Oktober. Teknologi yang berbasis deep learning oleh Sparveon berhasil mengalahkan 2 perusahaan migas multinasional yaitu Equinor dari Norwegia sebagai juara ke-2 dan Woodside dari Australia sebagai juara ke-3.

Aldaka berharap teknologi yang dikembangkan Sparveon memberi kontribusi signifikan dalam membantu kemajuan industri energi di Indonesia. “Semoga prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman geosaintis muda Indonesia dalam berkarya dan menunjukkan bahwa kita mampu bersaing di dunia Internasional,” pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI