Stasiun Ruang Angkasa ISS Bakal Tanpa Rusia

RUSIA telah mengkonfirmasi akan menarik diri dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS), paling cepat pada 2024. Keputusan itu karena sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina.

“Keputusan telah dibuat, kami tidak berkewajiban untuk membicarakannya secara terbuka,” kata Dmitry Rogozin, direktur jenderal badan antariksa federal Roscosmos, kepada saluran TV Rossiya-24 milik negara, menurut kantor berita independen Rusia TASS.

Dilansir laman Live Science, Jumat (6/5/2022), Rogozin tidak mengatakan kapan keterlibatan Rusia dalam proyek ISS akan berakhir, meskipun ia menegaskan itu akan memberikan pemberitahuan setidaknya satu tahun “sesuai dengan kewajiban kami.”

Analis ruang angkasa Rusia telah mencatat bahwa Rusia tidak pernah setuju untuk memperpanjang keterlibatannya di ISS setelah tahun 2024. Sementara itu, Badan antariksa AS NASA dan mitra internasional lainnya sekarang menginginkan proyek tersebut diperpanjang setidaknya hingga 2030.

Rogozin, seorang politisi berpengalaman yang memiliki hubungan dekat dengan presiden Rusia Vladimir Putin, memiliki sejarah membuat pernyataan yang keras.

Dia memposting di Twitter pada 24 Februari – sehari setelah Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina – bahwa sanksi internasional apa pun terhadap Rusia yang dijatuhkan atas invasi Ukraina akan “menghancurkan” kemitraan antara NASA dan Roscosmos yang membuat stasiun ruang angkasa tetap beroperasi dan tetap tinggi.

Dan dia menegaskan kembali komentar itu bahwa hubungan normal antara mitra ISS hanya dapat dipulihkan setelah “pencabutan sanksi ilegal sepenuhnya dan tanpa syarat.”(*)

BERITA REKOMENDASI