Tak Pengaruhi Pengguna Facebook Indonesia

YOGYA, KRJOGJA.com –  Isu skandal data Cambridge Analytica yang membuat Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital di lingkungan Silicon Valley Amerika, sepertinya tidak terlalu berpengaruh di Indonesia. 

Hal ini terlihat dari postingan dan komentar status linimasa di Indonesia tidak banyak yang membahas tentang dampak Cambridge Analytica terhadap eksistensi dirinya dalam hal privacy dan keamanan. 

Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia Yudi Prayudi MKom mengemukakan melalui siaran pers yang diterima KRJogja.com, Jumat (30/3). Apa yang terjadi di Indonesia ini menurutnya  Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII berbeda dengan warga negara AS. 

“Karena data merekalah yang digunakan  Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump. Barangkali karena ada praduga bahwa 50 juta data pengguna Facebook yang dipermsalahkan adalah di Amerika, bukannya di Indonesia. Sehingga hal ini tidak menimbulkan gejolak dan penolakan Facebook di Indonesia," ungkap Yudi.

Namun menurut Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII apa yang dilakukan Cambridge Analytica sebenarnya sangat mungkin dilakukan juga oleh perusahaan lainnya. Baik yang saat ini beroperasi di dalam ataupun di luar negeri. 

"Ada ratusan bahkan mungkin ribuan aplikasi pihak ketiga yang dijalankan dengan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Sehingga potensi penggunaan data untuk hal yang tidak sesuai sangatlah terbuka,” jelasnya.

Dipaparkan, sejak terungkapnya skandal data Facebook dan Cambridge Analytica pada pertengahan Maret 2018, Mark Zukerberg serta Facebook mendapat tekanan yang luar biasa dari sesama pebisnis digital di lingkungan Silicon Valley Amerika. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI