Temukan Air di Bulan, NASA Bakal Kirim Astronot

Editor: KRjogja/Gus

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengungkap temuan air di permukaan bulan. Air tersebut kabarnya terlihat di dekat Kawah Clavius, salah satu formasi kawah terbesar.

NASA tampaknya akan membuktikan keberadaan air itu melalui misi peluncuran astronot di masa depan.

“Kami memiliki indikasi bahwa H2O –air yang kami kenal– mungkin ada di sisi Bulan yang diterangi matahari,” kata Paul Hertz, direktur Divisi Astrofisika di Direktorat Misi Sains NASA, seperti dikutip dari Fox News.

“Sekarang kami tahu itu ada di sana. Penemuan ini menantang pemahaman kita tentang permukaan bulan dan menimbulkan pertanyaan menarik tentang sumber daya yang relevan untuk eksplorasi ruang angkasa yang dalam.”

Para peneliti telah mengetahui keberadaan air di bulan selama beberapa waktu, setelah pertama kali menemukan uap air pada awal 1971. Pada 2009, bukti pertama air beku di permukaan ditemukan.

Sementara Jacob Bleacher, kepala ilmuwan eksplorasi untuk Direktorat Misi Eksplorasi dan Operasi Manusia NASA, mengatakan bahwa hasilnya menarik untuk eksplorasi manusia, tetapi ada implikasi yang lebih besar untuk itu.

“Memahami di mana letak air akan membantu kami menentukan ke mana harus mengirim astronaut Artemis ke bulan,” jelas Bleacher.

Studi baru mencatat itu bisa jauh lebih mudah diakses daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dengan demikian, air tersebut dapat digunakan untuk minum, suplai bahan bakar, dan penggunaan lainnya.

Air sebelumnya diyakini hanya ada di area bulan yang selalu dalam bayang-bayang dan tidak menerima sinar matahari, sehingga berbahaya dan dingin untuk diakses astronaut.

Pada 2018, sekelompok peneliti terpisah menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa air di bulan mungkin lebih mudah diakses daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini datang sebelum program Artemis NASA, yang dimaksudkan untuk mendaratkan astronaut Amerika di bulan pada 2024, serta membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di satelit alami Bumi itu.

BERITA REKOMENDASI