Terapkan Sistem AI Pertama Kali, 5 Kementerian Dinilai Cocok

DALAM pemerintahan periode kedua ini, Presiden Joko Widodo berjanji akan memangkas birokrasi yang menghambat. Salah satunya dilakukan dengan memangkas jabatan eselon III dan IV.

Sebagai langkah awal, Jokowi pun telah meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, untuk menggantikan jabatan eselon III dan IV dengan robot pintar atau artificial intelligence (AI).

Menanggapi rencana itu, Founder Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjimatko, mengakui rencana tersebut sebenarnya bagus. Namun dia menyarankan ada lima kementerian yang sebaiknya lebih dulu memanfaatkan kecerdasan buatan itu.

"Inisiasi untuk AI-nisasi ini bagus, tapi dari pandangan kami Inovator, sebenarnya ada lima kementerian ini (yang) lebih dulu harusnya melakukan AI-nisasi dan kolaborasi," tuturnya saat gelaran Big Question Forum VI di Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Adapun kementerian pertama yang dimaksud adalah Kementerian Riset dan Teknologi. "Di Kemenristek tentu saja, (pemanfaatan AI) dipakai untuk menyiapkan dunia riset dan pendidikan menghadapi perkembangan teknologi," tuturnya.

Selain itu, Budiman juga menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika merupakan departemen yang mulai melakuan penerapan berbasis AI. Hal ini diperlukan untuk memudahkan akses data dan pembangunan lingkungan untuk keterbukaan data yang bertanggung jawab.

"Lalu, Kementerian Perindustrian untuk melakukan regulasi dan program-program yang ramah pertumbuhan industri digital," tuturnya melanjutkan. Lalu, ada Kementerian Keuangan untuk membangun sistem keuangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, seperti blockchain.

Terakhir, departemen yang juga dapat memanfaatkan AI adalah Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk diketahui, Inovator 4.0 Indonesia merupakan gerakan yang terdiri dari ahli di bidang matematika, robot, filsafat, dan budaya yang menaruh perhatian pada perkembangan teknologi.(*)

BERITA REKOMENDASI