Terlambat Mengikuti Perkembangan Digital Bakal Kalah Berbisnis

YOGYA, KRJOGJA.com – Saat ini baik bisnis produk secara offline mengalami persaingan sengit dengan bisnis online. Para pengusaha yang terlambat mengikuti perkembangan digital pun akhirnya menjadi korban kerugian. Tren baru ini lah yang ingin direspon oleh Jogja Digital Marketer Summit and Expo (JDMSE) pada 20-23 September mendatang.

"Melalui acara tersebut yang rencananya diselenggarakan selama 4 hari, kami ingin melakukan empowerment pada UMKM digital atau UMKM yang ingin goes to digital. Karena kalau gak online itu sekarang susah bersaingnya," ujar Widyo Supeno, panitia JDMSE dan anggota komunitas jogja digital creative, Senin (04/09/2017) dalam press conference JDMSE.

Dalam waktu 4 hari akan diselenggarakan pertemuan antara pemilik bisnis UMKM online maupun offline, pemilik bisnis jasa pengiriman barang dan pemerintah yang mengatur regulasi. Acara summit tersebut diharapkan dapat menjadi wahana untuk membahas masalah-masalah yang menghambat kemajuan bisnis online dan bersama-sama menemukan solusi terbaik.

"Masalah mendasar yang dihadapi oleh kawan-kawan yang bergelut di dunia bisnis online adalah akuisisi customer. Oleh karena itu kami mengundang secara khusus pihak facebook, google, dan banyak marketplace. Untuk mengajarkan kepada kawan-kawan pemilik UMKM bagaimana cara akuisisi yang baik," lanjut Supeno.

Ketua panitia JDMSE Arifin Wicaksono menambahkan permasalahan yang sering dihadapi pemilik bisnis online adalah rapuhnya fundamental bisnis mereka. Kebanyakan dari mereka sukses karena momentum tingginya penggunaan sosial media tertentu. Ketika masyarakat beralih menggunakan sosial media lain, goyahlah bisnis tersebut.

"Maka dari itu kami juga mengadakan coaching bersama coach-coach yang terbukti handal," jelas Wicaksono. Coach yang akan hadir antara lain Grand Master G Coach Dr Imam El Fahmi, Dr Armala, Rima Olovia, dan tak ketinggalan puluhan coach dari Grounded Bussines Coaching (GBC) di sesi personal coaching.

Harapannya dengan mengadakan JDMSE, anak bangsa pemilik bisnis online dapat menghimpun kekuatan potensi bisnis online di Indonesia agar pasar bisnis online di Indonesia tak dikuasai oleh orang asing. "Kalau UMKM digital Indonesia kuat, fundamentalnya kuat, kita gak perlu khawatir akan desas desus yang katanya Jack Ma mau beli Tokopedia," tegas Wicaksono. (MG-07)

BERITA REKOMENDASI