Ternyata, Planet Mars Punya ‘Ekor’

NASA baru baru ini mengungkapkan bahwa Planet Mars sebenarnya mempunyai 'ekor'. Akan tetapi, tampilan seperti ekor magnetik di belakang planet merah tidak terlihat dengan mata biasa.

Selama ini kita sudah mengetahui bahwa Planet Venus dan Bumi diketahui memiliki ekor magnetik seperti itu. Bedanya, ekor yang ada di Planet Mars lebih kompleks.

Menurut data yang dikumpulkan oleh wahana Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission (MAVEN) milik NASA, proses terciptanya ekor magnetik itu juga berperan dalam penggerusan atmosfer Mars yang memang sudah tipis.

Planet Mars kehilangan medan magnetik globalnya pada jutaan tahun lalu, tapi beberapa bagian permukaan planet masih mengandung 'fosil' medan-medan magnet peninggalan masa lalu.

Dikutip dari Daily Mail pada Minggu (22/10/2017), Gina DiBraccio ilmuwan proyek di Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Maryland, mengatakan, "Kami mendapati bahwa ekor magnetik Mars – atau magnetotail – hanya ada satu-satunya dalam tata surya kita."

"Tidak seperti magnetotail yang ditemukan di Venus, yaitu suatu planet yang tidak memiliki medan magnetnya sendiri, tidak juga seperti Bumi yang diselimuti medan magnet sendiri yang dibangkitkan dari dalam."

"Sebenarnya, (ekor di Mars) adalah gabungan (hibrida) keduanya."

Menurut para pakar, sifat tersebut disebabkan oleh proses yang mereka sebut 'rekoneksi magnetik'.

Dalam proses itu, medan-medan magnet dari angin matahari bergabung dengan sisa-sisa medan magnet di permukaan planet.

Akan tetapi, proses yang sama juga bisa mendesak atmsofer tipis planet itu ke angkasa.

Karena lapisan atas atmosfer Mars mengandung ion-ion (partikel-partikel bermuatan) yang mengalir sepanjang garis medan magnetik, maka proses rekoneksi membentuk suatu 'lintasan ke angkasa' melalui magnetotail tersebut.

Proses itu melepaskan energi, mirip seperti ketika energi dilepaskan saat rentangan karet gelang mengkerut kembali ke ukuran semula.(*)

 

BERITA REKOMENDASI