TikTok Belum Terbukti Bocorkan Data Pengguna

Editor: Ivan Aditya

AUSTRALIA, KRJOGJA.com – Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan tidak ada bukti bahwa aplikasi TikTok yang dibuat perusahaan multinasional asal China, ByteDance, menyalahgunakan data ratusan juta penggunanya.

Pernyataan Morrison bertentangan dengan klaim Amerika Serikat yang menuduh data pengguna TikTok rentan disalahgunakan.

“Kami telah melihat hal ini dengan baik, dan tidak ada bukti bagi kami untuk menunjukkan bahwa ada penyalahgunaan data pengguna,” ujar Morrison dalam pertemuan Forum Keamanan Aspen di Aspen, Colorado, Amerika Serikat.

Lebih lanjut Morrison mengatakan warga Australia harus sangat menyadari bahwa TikTok dan platform media sosial lainnya, termasuk perusahaan milik Amerika Serikat, menyimpan banyak sekali informasi tentang pengguna dan pelanggan.

Perbedaannya dengan TikTok adalah informasi dapat diakses di tingkat negara berdaulat, yakni kewajiban hukum perusahaan China untuk berbagi data dengan badan intelijen negara jika diminta. (*)

BERITA REKOMENDASI