TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik

“TikTok telah mengambil langkah positif ke depan dalam meningkatkan kebijakan dan prosesnya dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik” ujar Arjun Narayan selaku TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific. “Saya senang menyambut anggota pendiri Dewan ini, saya juga yakin para anggota Dewan akan memberikan saran dan nasihat yang konstruktif dan jujur, sebagaimana TikTok terus menguatkan kebijakan kontennya di Asia Pasifik. Kami berharap dapat terus memperluas keanggotaan Dewan ini dengan perwakilan-perwakilan pasar dari berbagai wilayah.”

Anggota Pendiri Dewan Penasihat Keamanan TikTok Asia Pasifik adalah:

• Jehan Ara, President, Pakistan Software Houses Association for IT & ITES and Founder, The Nest i/o adalah seorang pakar IT yang dihormati dari Pakistan yang akan memberikan keahliannya dalam isu yang berhubungan dengan konten secara umum.

• Amitabh Kumar, Pendiri, Social Media Matters, berasal dari India yang terkenal dengan berbagai inisiatifnya dalam kampanye digital. Beliau juga dihormati berkat program keamanan digitalnya yang fokus terhadap kepekaan gender, hak digital, dan keamanan online.

• Nguyen Phuong Linh, Executive Director, Management and Sustainable Development Institute, seorang advokat dari Vietnam yang mengadvokasi hak-hak kaum marginal, terutama anak-anak, anak muda, wanita dan penyandang disabilitas.

• Dr. Yuhyun Park, Pendiri, DQ Institute, berasal dari Singapura yang membawa pengalaman dan keahlian yang penting dalam bidang literasi, keterampilan, dan kesiapan digital.

• Prof. Akira Sakamoto, Profesor, Department of Psychology, Ochanomizu University, fokus terhadap penyimpangan media dan literasi digital yang berasal dari Jepang.

• Prof. Seungwoo Son, Profesor, Industrial Security, Chung-Ang University, berasal dari Korea Selatan, seorang ahli yang terkenal dalam bidang kekayaan intelektual dan hukum internet, yang mencangkup pencemaran nama baik, pornografi, dan informasi yang salah.

• Anita Wahid, Aktivis, Gusdurian Network Indonesia and President, MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society), seorang aktivis dari Indonesia yang memiliki fokus terhadap isu penyimpangan hak asasi manusia dan anti-hoax dan mengerti mengenai isu keamanan anak dan kebutuhan konten agama.

Indonesia bergabung ke dalam Dewan Penasihat Keamanan TikTok Asia Pasifik. Anita Wahid, Aktivis, Gusdurian Network Indonesia and President, MAFINDO (Indonesia Anti-Hoax Society), mengatakan: “Dengan membentuk Dewan Penasihat Keamanan independen ini, TikTok telah menunjukkan komitmen untuk menjadikan platform yang aman bagi semua pengguna. Saya senang sekali dapat bekerjasama dengan anggota dewan lainnya untuk membahas permasalah di industri saat ini, serta memitigasi potensi bahaya ke depannya.”

Dewan ini akan melakukan pertemuan di setiap kwartalnya untuk mendiskusikan isu-isu utama, termasuk keamanan daring, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental dan hak asasi manusia, selain itu juga melaporkan pengamatan dan memberikan rekomendasi mengenai isu-isu yang dibahas. (*)

BERITA REKOMENDASI