Whatsapp Ditinggalkan, Pilih Signal atau Telegram?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menyusul kebijakan baru WhatsApp yang dianggap kontroversial, banyak orang sudah memikirkan layanan aplikasi lain sebagai pengganti.

Ada dua aplikasi yang disebut-sebut layak dan tepat menggantikan WhatsApp. Yakni Telegram dan Signal. Keduanya memiliki fitur keamanan dan privasi.

Lalu apa saja perbedaan diantara keduanya? Berikut penjelasannya.

• Telegram

Telegram memiliki satu fitur yang tidak dimiliki WhatsApp. Yakni pengguna yang ingin menambahkan pengguna lain hanya perlu menggunakan username, tidak perlu menggunakan nomor telepon.

Telegram hanya mengumpulkan nomor telepon dan kontak pengguna saat mendaftar pertama kali. Pihak perusahaan juga bisa mengakses username dan foto profil pengguna, serta data perangkat dan alamat IP untuk moderasi konten.

Layanan messaging milik Telegram berbasis cloud. Ini artinya pengguna bisa mengakses akun yang sama di banyak perangkat sekaligus dan tersinkronisasi. Hal ini tidak bisa Anda temukan di WhatsApp.

Telegram juga memungkinkan bot untuk berinteraksi dengan pengguna. Mode privasi akan diaktifkan secara default agar bot tidak bisa membaca percakapan. Meski Telegram mengizinkan bot untuk memfasilitasi pembayaran, semua transaksi ditangani oleh penyedia layanan pihak ketiga dan perusahaan tidak menyimpan data keuangan pengguna.

• Signal

Berbeda dengan Telegram dan WhatsApp, Signal tidak mengumpulkan data pengguna dalam bentuk apa pun.

Sama seperti WhatsApp, pengguna harus memberikan nomor teleponnya saat membuat akun baru.

Namun saat ini Signal disebut-sebut sedang mencari cara agar tidak perlu mengumpulkan nomor telepon pengguna.

Cara kerjanya yakni Signal mengirimkan nomor telepon yang telah dipotong dan diacak secara kriptografis. Nama kontak atau informasi lainnya tidak dikirim atau disimpan di server aplikasi.

Mengapa Signal tidak mengumpulkan data pengguna? Karena mereka dikelola oleh organisasi nirlaba. Pengguna juga tidak akan melihat banyak iklah berseliweran karena perusahaan tidak memberikan insentif.

Signal juga merupakan aplikasi open source. Artinya semua kode untuk aplikasi bisa diakses secara publik, jadi sulit bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menaruh backdoor secara sembunyi-sembunyi.

Signal menggunakan enkripsi berdasarkan Signal Protocol yang mereka kembangkan sendiri. Hal ini juga dilakukan WhatsApp dan Skype.

BERITA REKOMENDASI