Twitter Larang Semua Iklan Politik

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Twitter melarang semua iklan politik yang muncul di layanan mereka. Perusahaan tampaknya menyadari bahwa pesan di media sosial bisa memberi pengiklan keuntungan 'tidak adil' ketika memperbanyak pesan bertarget dan menyesatkan, dikutip dari Itv.

Langkah Twitter ini berbeda dengan Facebook. Facebook justru dikritik gara-gara pihaknya tidak akan memeriksa (fact-check) iklan oleh politisi atau kampanye mereka.

Kepala eksekutif Mark Zuckerberg mengatakan kepada Kongres AS pekan lalu bahwa politisi memiliki hak untuk kebebasan berbicara di Facebook.

Masalah pernah muncul pada September ketika Twitter, bersama dengan Facebook dan Google, menolak untuk menghapus iklan video yang menyesatkan dari kampanye presiden AS Donald Trump. Iklan video itu kabarnya menargetkan mantan wakil presiden Joe Biden, seorang kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Sebagai tanggapan, Senator Demokrat Elizabeth Warren, calon presiden lainnya, memasang iklan di Facebook dengan membidik Zuckerberg.

Iklan itu secara keliru mengklaim bahwa Zuckerberg mendukung Trump untuk pemilihan kembali, mengakui kepalsuan yang disengaja sebagai hal yang diperlukan untuk menunjukkan sesuatu. Para kritikus telah meminta Facebook untuk mencekal semua iklan politik. (*)

BERITA REKOMENDASI