Twitter Suspend 300.000 Akun, Kenapa

CALIFORNIA, KRJOGJA.com – Twitter tengah dibawah tekanan dari pemerintah di seluruh dunia untuk memerangi ekstremisme online. Terkait hal tersebut perusahaan mengatakan bahwa memperbaiki alat otomasi, akan membantu memblokir akun yang mempromosikan terorisme dan kekerasan. 

Paruh pertama tahun ini, Twitter mengatakan telah men-suspend (penangguhan) hampir 300.000 akun secara global, yang terkait dengan terorisme. 

Dijelaskan Twitter, kurang dari 1% suspensi akun disebabkan oleh permintaan pemerintah. Sementara itu sekira 95% diidentifikasi oleh perangkat otomasi spam-fighting perusahaan. Tiga perempatnya di-suspend perusahaan sebelum mereka mem-posting tweet pertama.

Jumlah akun yang di-suspend itu tercatat menurun 20% dari enam bulan sebelumnya, meski perusahaan tak menjelaskan penurunan tersebut. Meningkatnya peran tools yang mereka miliki adalah untuk melawan ekstremisme. Tools itu secara manual mengidentifikasi bahan kekerasan dalam jutaan pesan yang dikirim setiap hari. Twitter sendiri saat ini memiliki sekira 328 juta pengguna, dengan pengguna aktif bulanan di Amerika Serikat (AS) sekira 68 juta. (*)

BERITA REKOMENDASI