Varietas Unggul Kelapa Balit Palma Dikembangkan di Sulut dan Gorontalo

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kelapa merupakan tanaman tropis yang memiliki nilai ekonomi, sosial dan budaya yang penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Ekspor kelapa dalam bentuk produk sekunder dipandang memiliki nilai tambah ekonomi dan bersifat kompetitif di pasar global dibandingkan dengan produk primernya. 

Perusahaan swasta kembali memberikan perhatian khusus terhadap kelapa. Salah satunya yaitu PT Malisya Sejahtera yang tertarik mengembangkan kelapa di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Perusahaan ini memilih dua lokasi di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu Desa Tiberias-Poigar dan Desa Solemendungan (PT. Pangkoi) dan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. 

Ketiga tempat tersebut sejak Tahun 2017 dijadikan lokasi penelitian  dan pengembangan kelapa bekerjasama dengan Balit Palma Balitbangtan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembangunan kebun plasma nutfah, kebun induk kelapa Dalam, Genjah dan Hibrida, pengujian tanaman F2 KHINA, pengendalian hama dan penyakit terpadu serta penelitian pra dan pasca panen buah kelapa. 

Peneliti Balit Palma dari berbagai disiplin ilmu, Dr. Donata Pandin, Prof. Dr. Hengky Novarianto, Prof. Dr. Meldy Hosang dan Dr. Steivie Karouw meninjau lokasi kemarin. Penelitian yang terletak di Desa Tiberias-Poigar dan Solemendungan. Benih yang berasal dari Kebun Percobaan Balit Palma (Kebun Percobaan Mapanget dan Kima Atas) antara lain Dalam Mapanget, Dalam Tenga, Genjah Kuning Kopyor, Genjah Hijau Kopyor, Genjah Coklat Kopyor, Genjah Raja, Genjah Kuning Bali, Genjah Orange Sagerat dan Genjah Salak, telah dikecambahkan sejak tahun 2017 pada 2 lokasi tersebut.   

Di Solemendungan, juga telah ditanam kelapa Bido, salah satu kelapa unggul asal Kabupaten Kepulauan Morotai.   Rekomendasi penanganan benih dan pemeliharaan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan produksi kelapa maksimal telah disampaikan  oleh para peneliti Balit Palma kepada Penanggung Jawab kebun.  

Di kebun Solemendungan terdapat kelapa Dalam lokal dengan umur tanaman > 70 tahun, yang secara teori sudah kurang produktif, ternyata masih menunjukkan penampilan produksi yang masih sangat baik. Disarankan agar benih dari kelapa Dalam tersebut dapat ditanam dalam bentuk populasi untuk kemudian pada saatnya bisa menjadi sumber benih. Harapannya ke depan lokasi ini akan menjadi sumber benih untuk mendukung pengembangan kelapa. Jayalah kelapa Indonesia (ati)

 

BERITA REKOMENDASI