Virus Corona Ancam Bisnis Apple

Editor: Ivan Aditya

CHINA, KRJOGJA.com – Lebih dari 10 perusahaan Amerika Serikat (AS) di China bakal berjuang mengatasi kerugian bisnis akibat wabah virus corona. Namun, di antara mereka yang berjuang, analis setempat memperkirakan Apple paling banyak menanggung kerugian karena perusahaan teknologi raksasa tersebut banyak bergantung pada manufaktur China.

Tidak cuma manufaktur, pertumbuhan bisnis Apple juga banyak ditopang oleh konsumen China. Karenanya, Sejumlah analis mengkhawatirkan wabah virus corona yang berkepanjangan dapat menekan produksi dan penjualan Apple.

Ironisnya, virus corona menyerang saat Apple baru saja pulih dari perlambatan penjualan. Tiga bulan terakhir pada 2019 lalu bahkan menjadi awal titik balik Apple ketika permintaan meroket berkat popularitas iPhone keluaran terbarunya, 11.

Namun, kekhawatiran wabah virus corona menghancurkan harapan bahwa permintaan akan terus berlanjut. "Kembalinya pertumbuhan bisnis Apple di China mengesankan. Jika bukan karena virus corona, keberlanjutan bisnis Apple di China tidak akan dipertanyakan. Ini adalah risiko yang perlu dipantau investor," ujar Tom Forte, Senior Analis DA Davidson.

Pada awal pekan ini, Apple memperkirakan membukukan pendapatan antara US$63 miliar-US$67 miliar pada kuartal I 2020. Target perolehan telah memperhitungkan ketidakpastian yang diakibatkan oleh epidemi virus corona di China.

Maklumlah, penularan virus corona yang masih dikhawatirkan saat ini memaksa kegiatan ekonomi di China terhenti, meski libur Tahun Baru Imlek diperpanjang sampai 2 Februari. Banyak toko-toko tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (*)

BERITA REKOMENDASI