Virus Petya Berujung Uang Tebusan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Penyebar dan pencipta virus Petya/GoldenEye dilaporkan bekerja sama dan berbagi hasil uang tebusan yang mereka terima. Cara kerja Petya, virus yang menyerang 65 negara pada Selasa (07/06/2017), memang serupa dengan ransomware WannaCry dengan menyandera data penting di komputer.

Data tersebut bisa dibebaskan apabila korban membayarkan tebusan sebesar US$300 atau sekitar Rp4 juta dalam bentuk BitCoin. Jakub Kroustek dari Threat Lab Team Lead Avast menyatakan, salah satu karakteristik mengerikan paket uang asuransi Petya adalah penciptanya menawarkannya di darknet, atau jalur internet yang tidak terdeteksi mesin pencari dan hanya bisa diakses lewat aplikasi peramban khusus Tor.

"Model afiliasinya memberi pangsa distributor hingga 85 persen dari jumlah tebusan yang dibayar," kata Kroustek.

Sisa bagi hasil senilai 15 persen lalu diberikan kepada penulis malware yang bertugas menyiapkan infrastruktur, server, dan metode pengiriman uang. Istilah untuk metode ini adalah "ransomware as a service" atau RaaS.

Sebelum Petya atau GoldenEye menyerang, ransomware GoldenEye juga menyerang berbagai institusi di dunia. Sebelum Petya atau GoldenEye menyerang, ransomware GoldenEye juga menyerang berbagai institusi di dunia. (*)

BERITA REKOMENDASI