Inspirasi pada Ramadan Covid-19

RAMADAN dalam kondisi Covid-19 boleh jadi dirasa merupakan Ramadan paling tidak terkesan. Sebab kita tidak dapat melaksanakan salat tarawih berjemaah di masjid, tadarus bersama di masjid, takjil bersama di masjid. Boleh jadi nanti ketika lebaran kita tidak akan salam-salaman di masjid atau lapangan selepas salat Idul Fitri, kita tidak saling kunjung bakda salat Idul Fitri, kita tidak dapat bersilaturrahim ke keluarga, dan seterusnya yang biasa dilaksanakan dan merupakan bagian terpenting dari Ramadan dan Idul Fitri dalam hidup kita selama ini.

Namun sebisa mungkin musibah covid-19 tidak hanya mendapat dan merasakan dampak negatifnya, tetapi sebisa mungkin dapat dijadikan arena menemukan hikmah di baliknya. Dalam konteks ini menjadi sumber inspirasi untuk menjadikan kita hidup lebih baik, lebih manfaat, dan lebih kontributif. Dari nalar intuitif, kasus covid-19 menyadarkan betapa tinggi independensi kita terhadap kekuasaan Allah Sang Pencipta, Sang Pemelihara dan Sang Pelindung. Dari kasus ini semoga muncul kesadaran betapa lemah kita tanpa pertolongan Allah, betapa ringkih onderdil dalam jasad kita tanpa pertolongan dan pemeliharaan Allah Sang Pemelihara.

Pertolongan, pemeliharaan dan perlindungan akan datang dengan jalan banyak berinfak, bersadaqah dan berbuat baik. Semoga kejadian ini juga menjadi inspirasi untuk menjadi manusia yang rendah hati, tidak sombong, sebab terasa ternyata kita sangat lemah, ringkih dan rapuh. Dengan menolong orang lemah akan muncul pertolongan dan akan datang perlindungan dari Yang Maha Penolong dan Maha Pelindung.

BERITA REKOMENDASI