Menebar Kasih Sayang

Menebar Kasih Sayang
Dr Phil Sahiron Sahiron Syamsuddin MA
SALAH satu etika Islam yang paling prinsip adalah menebar kasih sayang (rahmat) yang mecakup segala bentuk tindakan yang bertujuan untuk menciptakan ketenangan, kedamaian, kemaslahatan dan kebagiaan dalam hidup. Segala perilaku baik yang memiliki efek positif, bukan hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi orang lain, itu termasuk dalam kategori ini.

Sikap perhatian dan empati terhadap orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan menghindari diri dari prilaku lalim terhadap orang lain adalah contoh-contoh sikap kasih sayang yang sangat dianjurkan dalam Islam. Secara umum, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda: “Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang itu disayangi oleh Allah Yang Mahakasih. Sayangilah penduduk bumi ini, maka kalian akan disayangi oleh mereka yang ada di langit!” (H.R. Abu Dawud). Dalam hadis lain, Nabi Saw bersabda: “Tidaklah kalian masuk surga kecuali kalian beriman kepada Allah dan tidaklah kalian beriman (secara sempurna) kecuali kalian saling menyayangi.” (H.R. Muslim).

Sikap kasih sayang ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw dengan berbagai bentuknya. Sebagai contoh, Abu Hurairah bercerita bahwa ketika Nabi Saw sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah seorang lelaki dan berkata, “Wahai Rasulullah, celakalah saya.” Nabi bertanya, “Memang ada apa dengan dirimu?” “Saya menggauli istriku (di siang hari) ketika saya sedang berpuasa (di Bulan Ramadhan),” jawab lelaki itu. Nabi lalu bertanya, “Apakah Saudara mempunyai seorang budak yang bisa Saudara merdekakan?” “Tidak,” jawabnya singkat.

BERITA REKOMENDASI