Spirit Pendidikan Dalam Alquran

ALQURAN yang diturunkan kepada Muhammad ketika berusia 40 tahun menandai kenabian dan kerasulannya memiliki banyak spirit. Salah satunya spirit pendidikan. Spirit ini menginspirasi umat Islam untuk meraih hidup sukses dan bahagia di dunia dan dilanjutkan di akhirat.

Spirit pendidikan itu menginspirasi umat Islam untuk terus optimis dan maju seiring dengan perubahan zaman. Karenanya, apapun zaman ini berubah selama kita berpegang pada Alquran dan menjaga spirit pendidikan yang terpancar darinya, kita akan mampu menghadapi perubahan zaman itu dengan baik dan produktif. Wahyu pertama yang diturunkan ke Muhammad sebanyak 5 ayat ( QS Al ‘Alaq ayat 1 sd 5) membawa misi perintah untuk membaca, yaitu ‘Iqra’ (bacalah) denqan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. ‘Iqra’ (bacalah), dan Tuhanmu lah yang Paling Pemurah, yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Wahyu ini menekankan betapa pentingnya belajar, baik melalui aktivitas membaca maupun meneliti, sehingga bisa melakukan ibadah secara benar dan ikhlas dan menunaikan amanah kekhalifahan di atas bumi secara bertanggung jawab. Selain itu, firman Allah Swt yang tertuang pada QS Al Mujadalah : 11, yang artinya “… niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat…”. Bahwa perintah belajar dan menuntut ilmu tidak hanya untuk memenuhi fitrahnya,
melainkan menuntut ilmu dengan benar dan sungguh, sehingga dapat memetik keahlian dan atau kecakapan profesional, sehingga derajatnya meningkat, sebagaimana janji Allah Swt sejajar dengan orang-orang beriman.

Jika ada yang sudah menyelesaikan studi pada jenjang tertentu dan belum naik derajatnya, maka perlu introspeksi tentang kesungguhan studinya dan kemauan kerasnya untuk mengabdikan ilmunya. Selanjutnya kita menyadari bahwa keragaman latar belakang sosial ekonomi insan di atas bumi di hadapan Allah Swt itu sama. Hanya insan bertakwalah yang dipandang paling mulia di sisi Nya. Sebagaimana firman-Nya yang ada di QS. Al-Hujurat : 13, yang artinya “…Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian…”. Begitu mulianya maqam orang bertakwa, sehingga hal ini menginspirasi orientasi sistem pendidikan yang seharusnya dibangun. Bahwa pendidikan yang benar pada akhirnya adalah membentuk insan bertakwa.

BERITA REKOMENDASI