Sejarah Burung Garuda Ada di Rumah Ini

SEJARAH burung Garuda menjadi lambang negara Indonesia ternyata bukan cerita singkat. Semua peristiwa itu terdokumentasikan di Rumah Garuda, di Jalan Bantul Km 7,5 Pucung, Krantil Sewon Bantul.

Rumah Garuda adalah sebuah museum yang didirikan Nanang Rahmat Hidayat, dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Terletak di Jalan Bantul Km 7,5 Pucung Krantil Sewon Bantul, museum ini berisi berbagai benda yang bentuknya tidak jauh-jauh dari burung garuda dan sejarahnya hingga menjadi lambang negara Indonesia.

Berawal dari hasil riset tahun 2003, Nanang memulai mengoleksi benda, buku, dan apapun yang berkaitan dengan garuda yang kemudian ia jadikan bahan untuk  penelitian studi menempuh pascasarjana. "Setelah selesai tesis tahun 2008,  rasanya sayang ketika hasil riset hanya tertinggal dalam bentuk buku dan masuk perpustakaan. Dari situ saya berpikir untuk membuat sebuah museum garuda ini  sekaligus untuk mengungkapkan sejarah yang tidak banyak diketahui banyak orang," katanya saat ditemui Krjogja.com di museumnya, Selasa (30/5).

Baca Juga : Tak Banyak yang Tahu Burung Garuda Berubah Bentuk Sejak 2009

Kini Rumah Garuda tersebut sering menjadi rujukan untuk belajar mengenai lambang negara RI ini, banyak praktisi pendidikan, mahasiswa dan siswa sekolah datang mengunjungi museum ini untuk belajar mengenai sejarah lambang negara burung garuda.

Menurut Nanang Rahmat, setelah selesai dirancang oleh panitia yang diketuai  M Yamin, Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Juanda menetapkan PP No 43 tahun 1958 tentang penggunaan lambang negara.

Hingga tahun 2000 Sidang tahunan MPR menghasilkan perubahan kedua UUD 1945 yang salah satunya adalah menyempurnakan dan menambahkan pasal pada BAB XV tentang bendera dan lambang negara serta lagu kebangsaan yaitu pasal 36A, pasal 36B dan pasal 36. Lambang Negara Burung Garuda Pancasila hingga saat itu tidak mengalami perubahan bentuk. (*-3)

BERITA REKOMENDASI