Sukarno : Pancasila Digali dari Bumi Nusantara

YOGYA, KRJOGJA.com – Pancasila lahir digali dari bumi Nusantara. Bung Karno menyatakan sebagai pengemban amanat penderitaan rakyat, penyambung lidah bangsa. Presiden pertama RI tersebut menyampaikan hal tersebut dalam orasi peringatan hari lahirnya Pancasila, Senin (1/6) di halaman gedung Departemen Luar Negeri Jakarta tahun 1964.

Acara yang dihadiri para pejabat negara tersebut, dimuat sebagai head line skh Kedaulatan Rakyat 2 Juni 1964. Namun proklamator kemerdekaan RI tersebut menolak jika dirinya diagung-agungkan. Jangan berterima kasih pada saya, kata BK, namun berterimakasihlah kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena Tuhan yang telah memberi petunjuk kepada Bung Karno. "Saya tak mendapat wahyu, saya bukan nabi," katanya, yang medapat aplus  semua hadirin.  

Malam itu,  kata Bung Karno menatap langit di kediamannya di Pegangsaan Timur yang sepi. Ia memohon pada Tuhan karena menghadapi banyak pertanyaan Panitia Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia esok paginya. "Saya merasa amat kecil di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," katanya seperti yang dimuat di KR. Yang diingat adalah rakyat menderita, rakyat yang tewas di tangan penjajah. Dari sanalah seperti ada petunjuk harus menggali dari bumi Indonesia sendiri.

KR di awal bulan Juni tersebut memuat pidato lengkap Bung Karno 1 Juni 1945 secara bersambung. KR Edisi 2 Juni 1964 juga berisi tulisan mengenai tolerasi beragama. Ada liputan wawancara para tokoh agama menganjuran agar untuk saling menjaga toleransi. (Ioc)

BERITA REKOMENDASI