Dapoer Bergerak, Donasi Makanan bagi Masyarakat tak Mampu

MUDA, kreatif, berani dan berdikari, merupakan semangat yang selalu diusung komunitas ini. Ketjilbergerak, sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, seni, sastra dengan inisiator suami-istri Greg Sindana dan Invani Lela Herliana. 

Sejak 2016 lalu, keduanya dan beberapa anggota Ketjilbergerak menggagas aksi 'Dapoer Bergerak' "Saat itu ada beberapa teman suka memasak, Dapoer Bergerak menjadi wadah bagi mereka yang memiliki bakat khusus itu," jelas Greg, belum lama ini.

Konsep fastfood sehat adalah makanan yang mereka tawarkan saat itu. Sebab, sebagai anak muda yang suka jajan juga menyukai sayuran dengan harga terjangkau. Seperti halnya divisi-divisi lain dalam Ketjilbergerak, Divisi Masak juga memiliki arti penting. 

Greg mengungkapkan, tiap kali turut dalam sebuah even Divisi Masak menggelar jualan. Hasil jualan yang mereka lakukan selanjutnya masuk di kas dan sebagian digunakan untuk menghidupi komunitas. Karena semakin lama kas yang terkumpul semakin banyak, uang kembali digunakan untuk modal memasak. Namun beberapa bulan ini masakan tidak dijual, tetapi dibagikan ke masyarakat. "Makanan yang kita masak dibagikan untuk saudara-saudara di jalanan sebagai bentuk amal," kata Greg, mengungkapkan konsep Dapoer Bergerak.

Gerakan membagikan makanan itu rupanya mengundang simpati. Banyak orang ingin memberikan bantuan. Greg mempersilahkan siapa saja ingin beramal, termasuk anak-anak muda yang tergerak hatinya.

Banyak orang yang terlibat dalam Dapoer Bergerak, mahasiswa bahkan ibu rumah tangga. Motivasi mereka selain ingin mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, para ibu juga menyumbangkan kemampuan memasak.

"Kita memakai bahan segar yang dijual di pasar-pasar lokal di Yogyakarta, dan memasaknya tidak pernah memakai MSG, penggantinya dengan kaldu," tambah Vani.

Terkait menu, dibuat variatif. Sementara kemasannya dengan daun pisang. Oleh karena kemasan plastik mika hanya akan menambah jumlah sampah di jalan, penggunaannya pun dikurangi 90 persen.

Gerakan yang digagas Ketjilbergerak ini cukup unik. Sesuai dengan namanya, proses memasak juga berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Menurut Vani, hal itu disesuaikan dengan titik lokasi penyebaran makanan (*-34)

BERITA REKOMENDASI