Ikasmalusa Yogyakarta, Tak Sekadar Berkumpul dan Seduluran Sak Lawase

IKATAN Alumni SMP Marsudi Luhur I (Ikasmalusa) Yogyakarta 1980 yang berdiri empat tahun lalu, mampu ‘nglumpukke balung pisah sekaligus mewujudkan jargon Tetep Seduluran Sak Lawase. Mereka tak sekadar kumpul-kumpul, melainkan berdialog untuk menggagas persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Tak kurang dari 120 lulusan tersebar di sejumlah kota di Indonesia rutin melakukan komunikasi melalui WhatsApp (WA) grup. Selain itu, alumni yang masih berdomisili di wilayah Yogya dan sekitarnya, rutin mengadakan pertemuan mobile. Dengan cara itu, masing-masing alumni bisa bernostalgia sekaligus bertutur mengenai kondisi terkini, baik secara sosial, ekonomi, dan politik.

Sejak dibentuk empat tahun lalu, tepatnya tanggal 15 Oktober 2016 hingga kini Ikasmalusa Yogyakarta 1980 sudah melakukan kegiatan sosial bagi masyarakat. Kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan, Ikasmalusa Yogyakarta 1980 berpartisipasi memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah, semisal gempa bumi, bencana banjir, hingga yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, Ikasmalusa juga melakukan kegiatan sosial untuk sesama anggota.

Menurut Ketua Ikamalusa Yogyakarta 1980 Katatmo, komunitas ini pada awalnya sebatas temu kangen dan reuni sesama alumni SMP Marsudi Luhur I Yogyakarta, yang beralamat di Bintaran Kidul Yogyakarta. Anggota yang semula hanya belasan bertambah menjadi puluhan. Saat ini tercatat tidak kurang 100 anggota, dengan komposisi 80 aktif 20 pasif.

“Meski jumlah terbatas, kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Setidak-tidaknya bantuan itu sebagai rasa peduli komunitas kami kepada masyarakat,” ujar Katatmo.

BERITA REKOMENDASI