Kustomfest 2020 Ditunda, Pantang Menyerah Menjaga Harapan

TIDAK ada yang meminta Covid-19 menyebar lalu menghajar banyak sektor di Indonesia. Tidak ada pula yang meminta pandemi ini memporak-porandakan sesuatu yang telah dibangun, dirawat, lalu menginspirasi banyak orang. Namun dalam pandemi ini kita diuji, seberapa kuat mampu merawat harapan sekaligus tidak menyalahkan keadaaan.

Demikian penuturan Lulut Wahyudi, Director Kustomfest ketika ditanya tentang nasib event tahunan yang diyakini sebagai ajang ‘srawung’ anak kustom terbesar se-Asia tahun ini. Kustomfest memang ditunda sejenak karena situasi yang belum memungkinkan. Namun dari pernyataan itu bukan tidak mungkin Kustomfest 2020 bisa digelar sebelum tutup tahun.

“Anak Kustom tidak boleh kehilangan harapan. Bisa saja bulan depan ketika vaksin mulai disebarluaskan lalu situasi memungkinkan orang aman berkumpul dalam jumlah banyak Kustomfest bisa digelar. Kami siap bekerja keras untuk itu,” kata Lulut Selasa (6/10) siang kemarin.

Pihak Kustomfest tidak mau memaksakan diri menggelar event yang sangat penting bagi kultur kustom ini. Mereka juga menolak latah dengan memindahkan ruang srawung ke virtual seperti kebanyakan event lainnya. Diperpanjangnya status siaga bencana Covid-19 di DIY jadi salah satu sebabnya. “Ini buktinya bahwa anak kustom itu taat hukum. Kami mengikuti peraturan dari Pemda tapi sekali lagi saya mau bilang kami tidak patah semangat atau harapan,” tegas Lulut.(Desta)

 

BERITA REKOMENDASI