Lewat Motor Mini, Jaga Kebersamaan dan Persaudaraan

BERMULA dari iseng-iseng ngotak-atik sepeda motor yang sudah lama ngonggrok, akhirnya justru melahirkan trend tersendiri di kalangan pecinta otomotif. Sepeda motor yang awalnya dianggap sudah tidak punya ‘masa depan’ karena dianggap tertinggal jauh penampilannya dibanding sepeda motor produk baru, setelah dimodifikasi penampilannya cukup ngejreng.

Agar memiliki ciri tersendiri, modifikasi sepeda motor lebih mengarah menjadikan sebagai motor mini. Motor mini hasil modifikasi tersebut memiliki ciri tersendiri, yakni roda ukuran ring 14, nyaris hampir separoh dari ukuran roda sepeda motor standar (ring 17 atau 18). Selain itu, body juga dipermak menyesuaikan ukuran roda. Kemudian untuk mesin, menyesuaikan jenis sepeda motor yang dimodifikasi, apakah jenis matic atau non-matic. Setelah sepeda motor selesai dimodifikasi, kesan yang muncul adalah sepeda motor tersebut dikhususkan untuk anak-anak.

“Sepeda motor modifikasi ini tidak dikhususkan untuk anak-anak, melainkan bisa dinaiki orang dewasa,” jelas Ketua Komunitas Motor Mini Jogjakarta, Franz Wijaya, Kamis (13/8).

Pemilik Bengkel ‘Wijaya Kustom’ di Jalan Parangtritis ini menyampaikan saat ini dirinya mengkoordinir sekitar 80 anggota pecinta motor mini, dari anak-anak muda hingga yang sepuh-sepuh. Setiap satu bulan sekali, mereka berkumpul untuk menunjukkan motor mini kesayangan sekaligus kebanggaannya. Tempat untuk berkumpul ada beberapa titik, antara lain di kawasan Jalan P Mangkubumi (Jalan Margo Utomo), Seputaran Stadion Mandala Krida Yogyakarta, dan seputaran Stadion Sultan Agung Bantul.

Menurut Franz Wijaya, di luar jadwal rutin pertemuan satu bulan sekali, sebagian anggota Komunitas Motor Mini Jogjakarta juga membangun komunikasi dengan cara silataruhmi antaranggota. Dari silaturahmi antaranggota itu, akhirnya bisa dikatakan setiap satu minggu sekali mereka berkumpul. Tentu saja setelah ngobrol ngalor-ngidul perihal kehebatan motor mini hasil modifikasi, mereka beradu gengsi di satu tempat untuk membuktikan ‘kuda besi’ mini tersebut. Untuk urusan itu, tidak butuh tempat yang berupa tanah lapang, di halaman rumah pun acara ‘kontes’ motor mini bisa dilakukan. “Kita utamakan agar suasananya gayeng untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Franz Wijaya.

BERITA REKOMENDASI