Hii…Kepala Benjol Gara-gara Wewe Mesum

Editor: KRjogja/Gus

DI dunia nyata, ada sebutan perempuan atau cewek binal. Di alam tidak kasat mata, ternyata ada juga wewe binal. Adalah Subarkun (bukan nama sebenarnya), pemuda berusia tigapuluh tahun. Sifatnya yang pemalu, menjadikan dia kesulitan mendapatkan cewek untuk dijadikan pacar. Beberapa waktu lalu pemuda jomblo ini menjadi kurban keusilan lelembut wewe gombel yang binal.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, malam itu Subarkun habis makan di sebuah warung angkringan. Belum lagi sepeda onthelnya dia naiki, seseorang datang menghampiri. Ternyata seorang perempuan bercelana jean, mengenakan kaos ketat warna merah. Perawakannya tinggi besar, bibirya tebal, berdada montok.

Perempuan itu minta diantarkan pulang ke rumahnya di sebuah dusun yang tidak begitu jauh dari tempat tersebut. Mendapat permintaan seperti itu, Subarkun merasa seperti mendapat durian runtuh. Senang bukan kepalang.

Sampai di jalan yang sepi, perempuan berdada montok itu mencolek pinggang Subarkun. “Stop sebentar, Mas. Mataku kelilipen,” ujar perempuan itu sambil mencolot turun dari boncengan.

Subarkun mengerem sepeda onthelnya. Perempuan tersebut langsung mengucek-ucek matanya. Tidak menggunakan sapu tangan, tetapi menggunakan kaos yang dikenakannya.

Tanpa rasa malu bagian bawah kaosnya dia tarik ke atas. Hah…?! Subarkun melihat dengan jelas, perempuan berbibir tebal itu ternyata tidak mengenakan beha. Tampak payudaranya yang besar. Melihat itu pemuda jomblo tersebut semlengeren, takjub. Timbul niatnya untuk tidak hanya sekadar menatap.

Sepertinya perempuan itu tahu apa yang diinginkan Subarkun. Tidak ragu dan tanpa rasa malu menaikkan bagian bawah kaos yang dikenakan, digulung sampai di bawah dagunya. Subarkun semakin semlengeren melihat dua buah “pepaya” milik perempuan tersebut. Tidak terasa air liurnya sampai menetes keluar. “Mari silakan…,” ujar perempuan itu seraya memejamkan sebelah matanya. Seperti singa kelaparan, Subarkun langsung menubruk dada perempuan itu.

Dhug! Tidak dinyana tidak diduga kening Subarkun terantuk…batu nisan. Darah segar mengucur deras. Untung, ada orang lewat yang dengan sukarela menolong dan membawa Subarkun ke rumah sakit terdekat.

“Berhati- hatilah lewat makam di utara dusun itu, Mas. Ada penunggunya berupa wewe gombel yang binal. Suka mengusili laki-laki,” ujar Sang Penolong. (Andreas Seta RD)
 

BERITA REKOMENDASI