Kakek Renta Penghuni Rumah Tua, Siapa Dia?

Editor: KRjogja/Gus

RUMAH tua yang berada di ujung desa itu, sudah lama ditinggalkan pemiliknya keluar kota. Yakni setelah anak gadisnya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Banyak orang mengatakan karena putus cinta. Kepergiannya menjadikan sedih yang teramat dalam bagi keluarganya. Guna menghilangkan rasa sedih yang mendalam dan agar tidak selalu teringat kepadanya, maka seisi rumah mengambil tindakan untuk pindah dari rumah itu. Tanpa ada barang satupun yang dibawanya, karena barang-barang itupun tetap akan mengingatkan pada si gadis yang disayanginya.

Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, konon rumah tua yang ditinggalkan penghuninya itu masih meninggalkan barang-barang berharga di dalamnya. Oleh karena itu, sering kali ada usaha tamu tidak diundang yang datang menghampiri rumah tua itu, alias pencuri yang ingin menjarah harta benda dalam rumah. Biasanya tamu tidak diundang itu berasal dari luar daerah yang mendengar keberadaan rumah itu. Namun usaha para pencuri di rumah tua tersebut selalu tak membawa hasil. Entah apa yang dihadapi oleh mereka. Mereka selalu gagal dan tidak berhasil masuk, akhirnya pergi meninggalkan rumah tua itu dengan tangan hampa.

Pada suatu pagi menjelang Subuh, Mas Yanto dan dua temannya yang sedang keliling mengambil jimpitan karena piket ronda, menemukan ada seorang pria setengah baya yang kekar tubuhnya. Orang itu tergeletak di teras rumah tua tersebut tidak sadarkan diri. Padahal tubuhnya begitu kekar.

Setelah di bangunkan oleh mas Yanto dan dua temannya, laki-laki kekar itu siuman dan sadar kembali. Oleh mas Yanto ditanyai perihal pingsannya. Diapun bercerita terus terang bahwa akan mencuri dan menjarah rumah itu.

Namun saat akan membuka paksa pintu rumah itu, seakan dia melihat ada banyak laki-laki renta yang menghalanginya dan mengusirnya hingga laki-laki kekar itu tak berdaya dan terjatuh sampai pinsan. Berita itu rupanya tersebar ke penjuru daerah, sehingga rumah tua itu aman-aman saja tidak ada lagi yang mencoba menjarah. (Wijaya Heru Santosa)

 

 

BERITA REKOMENDASI