Sereem…Jadi Siapa yang Tidur Bersamaku Semalam?

Editor: KRjogja/Gus

MALAM itu Dido dan Fardun (semua nama samaran) nonton konser band di sebuah gedung. Saat acara berlangsung, tiba-tiba Dido ingin buang air kecil. “Dun, aku ke belakang dulu ya. Kamu tunggu saja.” Dido langsung keluar mencari toilet terdekat.

Selesai buang air kecil, ia lalu mencuci muka. Tapi ia mendengar suara rintihan kesakitan dari seseorang di kamar toilet ujung. Dido menghampiri sumber suara. Ia pun mengetuk pintu toilet itu. “Mas ada apa?”

Tidak ada jawaban dari dalam. Dido mencoba membuka pintu itu tapi tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Saat membalikkan badan, gandrik….ada sosok makhluk yang terbungkus kain putih dengan muka pucat menyeramkan. Dido segera berlari keluar. Ia panik mencari-cari Fardun.

Hingga konser musik selesai pukul 12 lewat, Dido tidak menemukan Fardun. Ingin SMS Fardun tapi pulsanya sedang habis. Orang-orang mulai bubar. Tiba-tiba Dido merasakan seseorang menepuk punggungnya. “Huh! Dari mana saja sih lu, dari tadi dicari-cari. Ayo pulang,” ujar Dido setelah ia menoleh yang ternyata Fardun.

Perjalanan pulang Dido menyetir mobil. Fardun sudah tertidur pulas. Dido masih ketakutan karena kejadian tadi. Tiba-tiba Fardun mengigau. Suara sama seperti suara minta tolong di toilet tadi. Spontan Dido mempercepat laju mobilnya, sambil menepuk-nepuk badan Fardun. “Kenapa lu Dun? Bangun Dun.”

Fardun tidak bangun meski Dido sudah memukul-mukul dan meneriakinya. Astaga… tiba-tiba sosok Fardun berubah jadi makhluk berkain putih yang tadi ditemuinya di toilet dan sesaat kemudian hilang.

Setiba di rumah, Dido melihat pintu rumah terbuka dan Fardun sedang duduk di teras rumah. “Dun, ngapain lu di sini? Aku cari-cari lu tahu nggak, sampai ketemu setan yang mirip kamu.” Fardun hanya tertawa dan mengatakan ingin menginap di rumah Dido.

Ketika bangun pagi harinya, Dido sudah tidak melihat Fardun di sebelahnya. Ibunya bilang Fardun sudah pulang sebelum ia bangun. Tapi, ketika ia bertemu dengan Fardun di kampus, “Do, lu ninggalin aku sendirian. Aku pulang sendiri tadi malam. Naik angkot pula, lu tahu kan kostku jauh banget.” Dido hanya terdiam dan tertegun. (*)

BERITA REKOMENDASI