Siluman Anjing Muncul Pertanda Pagebluk?

Editor: KRjogja/Gus

MALAM ini Ngadiman dan Gombloh bersepakat nyuluh sampai pagi. Ika-ikan yang di dapat lebih banyak ketimbang hari biasanya. Malam ini tentu bukan malam Jumat Kliwon. Sayangnya suasana kali ini begitu mencekam.

Bulan purnama terlihat begitu bundar dengan semburat merah menyala. Udara dingin pun mulai membuat bulu kuduk berdiri. Hujan rintik-rintik turut serta menambah kesan mistis. Sesekali lolongan anjing terdengar di telinga. Parijan dan Bagio sudah sejak tadi memutuskan pulang ke rumah.

Mereka berdua nampak begitu ketakutan melihat bulan merah darah menerangi pematang sawah. Sesungguhnya Ngadiman dan Gombloh juga merasakan hal yang sama, tapi mau bagaimana lagi jarang-jarang ikan melimpah ruah.

Lolongan anjing kini terdengar berulang kali. Suaranya makin kencang bersahut-sahutan mirip seperti lolongan srigala. Ngadiman dan Gombloh mulai curiga karena setaunya di desa hanya ada seekor anjing milik Samingun. Suara itu semakin dekat. Mereka pun bersembunyi di semak-semak. Tapi aneh hanya suara yang terdengar tidak ada anjing disekeliling mereka. Mereka pun semakin khawatir ada suara taka ada rupa.

“Bagaimana kalau kita pulang saja” ucap Gombloh.
“Aku tidak berani,” sahut Ngadiman.

BERITA REKOMENDASI